SUKABUMI – Seorang warga asal Cikembang, Kabupaten Sukabumi, bernama Aep diduga menjadi korban penusukan di kawasan Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Aep mengalami sejumlah luka akibat serangan tersebut, dengan luka di bagian dada disebut menjadi yang paling serius dibandingkan dua luka lainnya.
Informasi mengenai kejadian itu disampaikan warga sekitar, salah satunya Alpiansyah, yang mengaku mengetahui sejumlah informasi terkait dugaan penusukan tersebut.
Baca Juga: Lahan Hibah 30 Hektare di Meikarta Masih Diproses Kemenkeu, Disiapkan untuk Danantara
Menurut Alpiansyah, kejadian bermula ketika terduga pelaku datang ke kawasan dermaga untuk memastikan keberadaan korban yang saat itu berada di lokasi.
Terduga pelaku kemudian disebut meninggalkan lokasi dan kembali beberapa menit kemudian dengan membawa benda yang diduga digunakan untuk menyerang korban.
Alpiansyah menuturkan, penyerangan tersebut diduga berkaitan dengan tuduhan bahwa korban memiliki hubungan dengan santet yang dialami keluarga terduga pelaku.
Baca Juga: Indonesia Usulkan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN
“Ini teh yang nyantet bapak saya,” kata Alpiansyah menirukan ucapan yang disebut disampaikan terduga pelaku kepada korban.
Ia menyebut korban sebelumnya mengaku tidak memiliki persoalan dengan terduga pelaku sebelum kejadian tersebut.
Alpiansyah juga mengatakan terdapat rekaman kamera CCTV yang disebut memperlihatkan pergerakan terduga pelaku sebelum dan saat kejadian.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi Jumat 28 Agustus 2026 di Lapang Bojong Cikembar
“Pelaku ke situ dulu, mastiin korbannya udah tidur apa belum. Sambil ngelihat korbannya yang mana, target mungkin, targetnya yang mana. Kalau dilihat dari CCTV dia ke situ dulu,” ungkapnya.
Setelah beberapa menit meninggalkan lokasi, terduga pelaku disebut kembali dan kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.
Akibat kejadian tersebut, Aep dilaporkan mengalami tiga luka tusuk, dengan satu luka di bagian dada yang disebut paling serius.
“Yang fatalnya satu, yang dua dan ketiganya enggak terlalu soalnya korban pakai jaket. Yang fatalnya di dada,” jelas Alpiansyah.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Pedagang Pentol Masuk Desil 10, Purbaya Siapkan Rp7 Triliun untuk Benahi DTSEN
Menurut Dudi, polisi telah mengamankan terduga pelaku tidak lama setelah kejadian dan saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif penyerangan.
“Kondisinya diduga dipengaruhi minuman keras. Masih kita dalami terkait motifnya,” ujar Dudi.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi, alat bukti, serta hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
Dugaan motif penyerangan yang berkaitan dengan tuduhan santet juga masih dalam pendalaman kepolisian dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama terjadinya penusukan.
Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Sukabumi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

