Nasional

Indonesia Usulkan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

×

Indonesia Usulkan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

Sebarkan artikel ini
Kemenaker
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli . Foto:Dok.Kemenaker

JAKARTA – Indonesia mengusulkan agar negara-negara ASEAN mempercepat sekaligus memperluas pengakuan bersama atau Mutual Recognition Arrangement (MRA) terhadap keterampilan dan kompetensi tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, langkah tersebut penting untuk membuka peluang mobilitas yang lebih luas bagi tenaga kerja terampil di kawasan ASEAN.

Selain itu, pengakuan bersama terhadap kompetensi diharapkan dapat membuat keterampilan pekerja lebih mudah dipahami dan diakui oleh pemberi kerja di berbagai negara ASEAN.

Baca Juga : Resep Tumis Pare Bawang Putih, Gurih dan Tips Kurangi Rasa Pahit

Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan, digitalisasi, transisi hijau, serta perubahan demografi menjadi tantangan bersama bagi negara-negara di kawasan.

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut setiap negara untuk mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan pada masa depan.

“Karena itu, Indonesia berpandangan bahwa sudah saatnya ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama dan secara bertahap memperluas cakupannya ke lebih banyak jenis pekerjaan dan bidang keterampilan,” ujar Yassierli dalam keterangannya, dikutip SUKABUMIKU.ID, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menilai, meskipun setiap negara memiliki kondisi nasional yang berbeda, negara-negara ASEAN menghadapi tantangan serupa akibat otomatisasi, kecerdasan buatan, hingga perubahan demografi.

Karena itu, pengembangan sumber daya manusia dinilai perlu tetap menjadi salah satu prioritas bersama di kawasan.

Yassierli menambahkan, sistem pengakuan keterampilan yang lebih kuat dapat membantu pemberi kerja memahami dan mempercayai kompetensi tenaga kerja dari berbagai negara ASEAN.

Seiring perubahan dan transformasi ekonomi, kebutuhan terhadap keterampilan baru dan lebih terspesialisasi diperkirakan akan terus muncul di berbagai sektor.

Menurutnya, ASEAN perlu memiliki sistem yang mampu menghubungkan tenaga kerja terampil dengan berbagai peluang kerja tersebut secara lebih efektif.

Selain memperkuat mobilitas tenaga kerja di kawasan, sistem pengakuan bersama yang lebih luas juga dinilai dapat meningkatkan kredibilitas keterampilan dan kompetensi tenaga kerja ASEAN di tingkat global.

Indonesia juga menyoroti pentingnya peran negara-negara mitra ASEAN Plus Three, yakni Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea.

Pengalaman ketiga negara tersebut dalam pengembangan keterampilan, penyusunan standar okupasi, sertifikasi, hingga keterlibatan industri dinilai dapat membantu ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat menjaga agar keterampilan dan kompetensi yang diakui tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Bagi Indonesia, pengakuan bersama yang lebih luas dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi tenaga kerja terampil ASEAN, mendukung pencocokan talenta yang lebih baik dengan kebutuhan pasar kerja, serta memperkuat kontribusi mereka terhadap produktivitas dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Yassierli.(SE)