Kabupaten Sukabumi

Akurasi Data Stunting Kabupaten Sukabumi Diperkuat, 170 Kader Ikuti Bimtek eHDW

×

Akurasi Data Stunting Kabupaten Sukabumi Diperkuat, 170 Kader Ikuti Bimtek eHDW

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyampaikan sambutan dalam bimtek laporan konvergensi stunting desa berbasi eHDW yang diselenggarakan di Aula Seta Palabuhanratu, Selasa (23/06/2026). (Foto: Dok Pemkab Sukabumi) 

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas pendataan di tingkat desa. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Konvergensi Stunting Desa berbasis electronic Human Development Worker (eHDW).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, pada Selasa (23/6/2026), dan diikuti oleh 170 Kader Pembangunan Manusia (KPM) serta admin desa.

Dalam sambutannya, Andreas menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai target penurunan stunting.

Baca Juga: SiLPA Rp169 Miliar Disorot, Gerindra Ingatkan APBD Sukabumi Harus Lebih Dirasa Masyarakat

“Akurasi data menjadi kunci utama. Pendataan harus dilakukan secara cermat dengan metode by name by address agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa target penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat cukup ambisius, yakni hingga 5 persen. Oleh karena itu, dibutuhkan data yang valid sebagai dasar perumusan kebijakan dan program di lapangan.

“Saya berharap seluruh jajaran, mulai dari dinas, kecamatan hingga desa, memberikan perhatian serius terhadap upaya ini. Target besar hanya bisa dicapai dengan kerja sama dan gotong royong,” tambahnya.

Baca Juga: Polemik Uang Demo Rp20 Juta UBK Mencuat, Wamensesneg: Akan Kami Cek!

Wabup Andreas turut mengapresiasi peran kader posyandu dan Kader Pembangunan Manusia yang selama ini menjadi ujung tombak pengumpulan data di tingkat desa. Ia menilai, kualitas data yang baik akan mempermudah perangkat daerah dalam merancang program penanganan yang efektif.

Sementara itu, Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, menjelaskan bahwa bimtek ini dilaksanakan dalam dua gelombang guna meningkatkan kapasitas peserta secara optimal.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam menyusun laporan konvergensi stunting berbasis eHDW, sekaligus mendukung pencapaian target kinerja tahun 2026,” katanya.

Baca Juga: RSUD Jampangkulon Luncurkan SiKeJap, Permudah Layanan Kepegawaian Secara Digital

Bimtek tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia secara virtual untuk memberikan pemahaman teknis kepada peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap kualitas data stunting semakin akurat sehingga program intervensi dapat berjalan lebih efektif dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.