SUKABUMI — Ratusan warga Kedusunan Cijerah, Desa Mangunjaya, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menempuh perjalanan puluhan kilometer dan melintasi sejumlah desa hanya untuk mengurus administrasi ke kantor desa. Kondisi tersebut mendorong warga bergotong royong mengumpulkan dana guna membangun kembali jalan alternatif yang rusak akibat longsor.
Kedusunan Cijerah yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga menjadi satu-satunya wilayah di Desa Mangunjaya yang lokasinya terpisah cukup jauh dari pusat pemerintahan desa. Akibat keterbatasan akses, warga harus melewati wilayah Kecamatan Jampangkulon dan Kecamatan Lengkong sebelum tiba di kantor desa mereka sendiri.
Kepala Desa Mangunjaya, Irman Firmansyah, mengatakan keterisolasian akses tersebut bukan hanya menyulitkan urusan administrasi, tetapi juga berdampak pada layanan kesehatan dan penanganan kondisi darurat.
“Kalau ada warga sakit atau ibu hamil yang akan melahirkan, proses evakuasi menjadi sangat sulit, apalagi saat musim hujan. Jalan yang ada licin dan kendaraan sering tidak bisa masuk,” ujarnya saat di wawancarai Sukabumiku.id di Kantor Desa Mangunjaya pada Rabu (3/6/2026).
Menurut Irman, sebenarnya warga pernah memiliki jalur alternatif yang lebih dekat menuju pusat pemerintahan desa. Namun, jalan sepanjang sekitar lima kilometer itu rusak parah akibat longsor pada 2024 dan hingga kini belum dapat digunakan kembali.
Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, warga bersama tokoh masyarakat memilih bergerak sendiri. Mereka menggalang donasi secara swadaya dan telah berhasil mengumpulkan sekitar Rp6 juta sebagai modal awal membuka kembali akses tersebut.
“Ini murni inisiatif masyarakat. Pemerintah desa tidak memerintahkan. Warga merasa jalan ini sangat penting untuk kehidupan sehari-hari,” kata Irman.
Baca Juga: Koordinator Aksi 2626 Siap Bertanggung Jawab atas Dinamika Pasca Demo di Balai Kota Sukabumi
Selain memperpendek akses menuju kantor desa, jalur alternatif yang direncanakan menembus kawasan Perhutani itu juga diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan layanan kesehatan, pendidikan, serta mobilitas ekonomi masyarakat.
Semangat gotong royong warga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Anang Janur, saat melakukan Reses di Desa Mangunjaya. Ia menilai persoalan yang dihadapi masyarakat Cijerah menunjukkan masih adanya ketimpangan akses infrastruktur dasar di sejumlah wilayah pedesaan.
“Warga harus melewati banyak desa terlebih dahulu untuk sampai ke kantor desanya sendiri. Ini bukan sekadar soal jalan, tetapi menyangkut pelayanan administrasi, kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Reshuffle Pejabat Pemkot, Ini Daftarnya!
Anang mengapresiasi langkah warga yang rela patungan demi membuka akses jalan. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi bukti kuatnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan wilayahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan jalan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak karena sebagian trase yang direncanakan berada di kawasan lahan Perhutani.
“Saya siap membantu mengkomunikasikan aspirasi masyarakat agar ada solusi yang sesuai aturan dan kebutuhan warga bisa segera terjawab,” tegasnya.
Bagi warga Cijerah, jalan alternatif bukan sekadar proyek infrastruktur. Akses tersebut menjadi harapan untuk mengakhiri keterisolasian yang selama ini membatasi pelayanan publik dan menghambat penanganan keadaan darurat di kampung mereka.

