JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya dua bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Filipina, yakni Bibit Siklon Tropis 95W dan 94W.
Kedua sistem tersebut memberikan dampak tidak langsung berupa potensi peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Dikutip Sukabumiku, Rabu (19/8/2026), Bibit Siklon Tropis 95W saat ini terpantau berada di Laut Cina Selatan, tepatnya di wilayah barat laut Filipina.
Baca Juga : Resep Jamu Pegal Linu, Hangat dan Menyegarkan
Sistem tersebut memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat hingga barat daya dalam 24 jam ke depan.
Laut Natuna Utara Berpotensi Gelombang hingga 2,5 Meter
Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 95W berpotensi menimbulkan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori Moderate Sea di wilayah:
- Laut Natuna Utara.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 94W terpantau berada di Laut Filipina, tepatnya di wilayah timur laut Filipina.
Keberadaan sistem tersebut juga berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter meliputi:
- Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.
- Laut Maluku.
- Samudera Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas kelautan, diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah terdampak.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan gelombang laut melalui informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG.(SE)

