AdvBerita SukabumiKabupaten Sukabumi

Dadang Hermawan Soroti Dampak Jaring Tanam: Rusak Ekosistem hingga Picu Konflik Nelayan

×

Dadang Hermawan Soroti Dampak Jaring Tanam: Rusak Ekosistem hingga Picu Konflik Nelayan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, menyampaikan pandangannya terkait penggunaan jaring tanam di Ujunggenteng. (Foto: Istimewa)

SUKABUMI  – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, menilai penggunaan jaring tanam di Perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, menjadi salah satu penyebab utama konflik antarnelayan sekaligus berpotensi merusak ekosistem laut.

Menurut Dadang, konflik yang sempat memanas dipicu dugaan pelanggaran batas zona penangkapan yang selama dua hingga tiga tahun terakhir telah disepakati para nelayan melalui musyawarah.

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan tersebut, jaring tanam hanya diperbolehkan dipasang hingga kedalaman sembilan depa atau sekitar 13 meter. Sementara wilayah di luar batas itu diperuntukkan bagi nelayan pengguna jaring obor, jaring rampus, pencari benih bening lobster (BBL), dan nelayan pancing.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Dorong Sirnaresmi Jadi Desa Wisata, Seren Taun 2026 Siap Digelar

“Belakangan banyak jaring tanam dipasang hingga kedalaman sekitar 25 depa. Akibatnya ruang tangkap nelayan lain terganggu dan memicu perselisihan,” kata Dadang.

Ia mengungkapkan, jaring tanam di Ujunggenteng awalnya diperkenalkan oleh nelayan pendatang asal Lampung. Seiring waktu, jumlah penggunanya terus bertambah dengan teknologi yang semakin canggih, termasuk penggunaan titik koordinat tanpa pelampung sehingga posisi jaring sulit diketahui nelayan lain.

Selain menimbulkan konflik, Dadang juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan. Banyak jaring yang ditinggalkan di dasar laut setelah tidak lagi digunakan sehingga berubah menjadi sampah laut yang dapat merusak terumbu karang, mengganggu habitat ikan dan lobster, serta membahayakan satwa laut.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Sukabumi Musnahkan 4 Kg Ganja, 2 Kg Sabu dan 161 Ribu Butir Obat Terlarang

“Bahkan di Pantai Timur Ujunggenteng saya beberapa kali menemukan bangkai penyu. Memang belum bisa dipastikan penyebabnya, tetapi kondisi ini patut menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Menurut Dadang, upaya pembersihan jaring yang pernah dilakukan belum mampu menyelesaikan persoalan karena masih banyak jaring yang tertinggal di dasar laut.

“Kalau pendapat saya pribadi, penggunaan jaring tanam di kawasan Ujunggenteng lebih baik ditutup total. Potensi lobster dan perikanan di wilayah ini sangat besar sehingga harus dijaga keberlanjutannya,” tegasnya.