SUKABUMI – Tokoh pemuda Luviana Adam menegaskan bahwa peran pemuda hari ini tidak hanya sebatas partisipasi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran sosial bagi generasi berikutnya. Dalam pandangannya, pemuda Kota Sukabumi harus mampu menjadi contoh konkret bagi Gen Z dalam membangun karakter, pola pikir, dan kontribusi nyata di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, edukasi kepemudaan bukan hanya terjadi di ruang formal seperti sekolah atau kampus, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari, interaksi sosial, serta keterlibatan aktif dalam masyarakat.
“Pemuda harus sadar bahwa setiap sikap dan tindakan kita adalah proses pendidikan bagi generasi setelah kita. Kita sedang dilihat, ditiru, dan dijadikan referensi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi yang telah disiapkan pemerintah daerah, seperti Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kepemudaan. Perda tersebut mengatur tentang pelayanan, pemberdayaan, hingga pengembangan potensi pemuda secara terarah dan berkelanjutan.
“Perda ini harus menjadi landasan gerak—bahwa pemuda dibina untuk berdaya, bukan sekadar hadir tanpa arah,” jelasnya.
BACA JUGA : Gen Z Dominasi Kota Sukabumi, Disdukcapil Dorong Perekaman KTP Elektronik Sejak Usia 17 Tahun
Lebih lanjut, Luviana mengajak generasi muda untuk memaknai simbol-simbol sejarah sebagai sumber pembelajaran nilai. Salah satunya adalah Monumen Pemuda Kota Sukabumi yang menjadi representasi semangat juang generasi terdahulu.
“Monumen itu adalah pengingat bahwa perubahan besar selalu lahir dari keberanian pemuda yang berpikir dan bertindak,” tambahnya.
Dalam penegasannya, ia juga secara khusus mengajak kaum Gen Z untuk mengambil peran aktif di berbagai sektor strategis—mulai dari politik, sosial, hingga pembangunan masa depan. Menurutnya, pemuda tidak boleh apatis atau hanya menjadi penonton dalam dinamika bangsa.
“Gen Z harus berani masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan, aktif dalam kegiatan sosial, serta terlibat dalam inovasi pembangunan. Jangan terpecah belah oleh perbedaan, karena kekuatan kita ada pada persatuan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Pemuda diminta untuk lebih kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mampu memilah informasi agar terhindar dari hoaks yang dapat memecah persatuan.
“Hindari hoaks, perkuat nalar kritis, dan jangan mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Pemuda harus menjadi penjernih, bukan justru memperkeruh keadaan,” lanjutnya.
BACA JUGA : Souvenir Bibit Pohon di Pernikahan Gen Z Viral, Simbol Cinta dan Kepedulian Lingkungan
Selain itu, Luviana mendorong generasi muda untuk terus menggali potensi diri sebagai modal utama dalam memajukan bangsa. Ia menilai bahwa setiap pemuda memiliki keunggulan yang jika dikembangkan secara serius akan menjadi kekuatan besar bagi Indonesia ke depan.
“Setiap pemuda punya potensi. Tinggal bagaimana kita mau belajar, berproses, dan berkontribusi. Masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah agar memperkuat implementasi kebijakan kepemudaan melalui regulasi turunan yang lebih teknis dan operasional. Ia mendorong agar segera disusun Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kepemudaan.
“Perda sudah memberikan arah besar, namun perlu diperkuat dengan Perwal agar pelaksanaannya lebih konkret, terukur, dan berdampak langsung. Ini penting agar program kepemudaan tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk pembinaan, fasilitas, dan ruang aktualisasi bagi pemuda,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan pemuda menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem kepemudaan yang progresif dan berkelanjutan di Kota Sukabumi.
Sebagai informasi, Luviana Adam pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Sukabumi periode 2014–2017. dalam pengabdian nya Luviana Adam telah menghasilkan karya yaitu : Monumen Pemuda yang menjadi simbol semangat kepemudaan di kota sukabumi dan perda pelayanan pemuda no 9 tahun 2015. (Ky/yos)

