Kabupaten Sukabumi

Ismail Shaleh Dorong Karang Taruna Sukabumi Jadi Mitra Kritis Pemkab

×

Ismail Shaleh Dorong Karang Taruna Sukabumi Jadi Mitra Kritis Pemkab

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Karang Taruna Kabupaten Sukabumi didorong mengambil peran lebih aktif dalam mengawal pembangunan daerah, termasuk berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Ismail Shaleh yang menginginkan adanya wajah baru Karang Taruna yang lebih progresif, mandiri, dan tidak berhenti pada kegiatan sosial yang bersifat seremonial.

Menurut Ismail, Karang Taruna harus kembali ditempatkan sebagai organisasi sosial kepemudaan yang dekat dengan persoalan masyarakat. Organisasi tersebut juga dinilai perlu memiliki kemampuan untuk menyusun gagasan, membangun program, dan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.

Baca Juga: FITRA Jabar Desak Pemkot Sukabumi Batalkan Pinjaman Rp89,3 Miliar, Abubakar: Pembangunan Tak Harus dengan Utang

“Karang Taruna harus hadir bukan hanya ketika ada kegiatan atau bantuan sosial. Kita harus mampu membaca persoalan masyarakat, menyusun gagasan, membangun program, sekaligus memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah ketika ada kebijakan yang belum berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Ismail.

Ia menegaskan, posisi sebagai mitra kritis pemerintah tidak berarti Karang Taruna harus mengambil sikap berseberangan dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sebaliknya, kritik menurut Ismail perlu ditempatkan sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Baca Juga: Usai Rapat Bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Pemkot Sukabumi Siapkan Cibeureum Jadi Pusat Pertumbuhan Kota Baru

“Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tetapi tetap kritis. Kalau kebijakan pemerintah baik dan berpihak kepada masyarakat, tentu kita dukung. Namun apabila ada yang perlu dikoreksi, Karang Taruna harus berani menyampaikan aspirasi secara objektif dan konstruktif,” katanya.

Selain fungsi kontrol sosial, Ismail juga mendorong Karang Taruna memiliki program yang lebih terukur dan berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah memperkuat kemandirian ekonomi pemuda.

Menurut dia, Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai sektor yang dapat menjadi ruang keterlibatan generasi muda, mulai dari ekonomi kreatif, kewirausahaan, pariwisata, pertanian, lingkungan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: HMI Cabang Sukabumi Tantang Pemkot Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan 518 ASN dalam Judi Online

Karena itu, pembenahan organisasi dinilai perlu dilakukan agar Karang Taruna dapat menjadi wadah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Karang Taruna Sukabumi yang baru harus punya semangat baru. Kita ingin organisasi ini menjadi rumah bersama bagi pemuda, tempat lahirnya gagasan, gerakan sosial, dan inovasi untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi,” pungkas Ismail.

Ia berharap pembaruan tersebut dapat menjadikan Karang Taruna sebagai salah satu kekuatan sosial kepemudaan yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah.

Pada saat yang sama, organisasi tersebut diharapkan ikut mengawal agar pembangunan Kabupaten Sukabumi berjalan secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.