JAKARTA – Jangan buru-buru menghindari percakapan ringan dengan tetangga, rekan kerja, atau orang yang baru dikenal. Sebuah penelitian terbaru justru menemukan bahwa obrolan yang dianggap sepele dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology edisi 2026 melalui penelitian berjudul Conversations About Boring Topics Are More Interesting Than We Think. Para peneliti menyimpulkan bahwa banyak orang keliru memperkirakan percakapan ringan akan terasa membosankan, padahal setelah dijalani justru lebih menyenangkan.
Penelitian yang melibatkan sekitar 1.800 responden dalam sembilan eksperimen itu mengajak peserta membahas berbagai topik yang dianggap biasa, mulai dari cuaca, Perang Dunia, matematika, bawang bombai, pasar saham, kucing hingga pola makan vegan.
Baca Juga: Libur Sekolah Bikin Pasar Surade Lesu, Harga Telur hingga Cabai Kompak Turun
Penulis utama penelitian dari University of Michigan, Elizabeth Trinh, mengatakan penelitian dilakukan karena banyak orang cenderung menghindari percakapan yang mereka anggap tidak menarik.
“Kami melakukan penelitian ini karena banyak orang menghindari percakapan yang mereka pikir akan membosankan,” ujar Trinh.
Menurutnya, anggapan tersebut justru membuat seseorang kehilangan kesempatan membangun hubungan sosial yang bermakna.
Baca Juga: Perempat Final Piala Dunia 2026 Bakal Sajikan Laga Reuni Prancis vs Maroko
Trinh menjelaskan bahwa daya tarik sebuah percakapan bukan ditentukan oleh topik yang dibahas, melainkan oleh keterlibatan kedua belah pihak selama berkomunikasi.
Ia menilai seseorang akan merasa lebih nyaman ketika didengarkan, saling merespons, dan menemukan hal-hal baru mengenai lawan bicaranya. Bahkan topik yang sangat sederhana pun dapat menjadi menyenangkan apabila kedua orang sama-sama aktif membangun komunikasi.
Psikolog sekaligus Asisten Profesor Departemen Psikiatri dan Kesehatan Perilaku The Ohio State University Wexner Medical Center, Nicholas Allan, menyebut interaksi kecil seperti itu memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan yang diperkirakan banyak orang.
“Momen-momen ini memang kecil, tetapi tidak sepele,” kata Allan.
Baca Juga: Pergerakan Sesar Aktif Bawah Laut Picu Gempa M3,7 di Sukabumi
Senada dengan itu, Aaron P. Brinen dari Vanderbilt University Medical Center mengatakan setiap bentuk koneksi sosial memiliki manfaat, termasuk melalui percakapan ringan yang tampaknya tidak penting.
Ia menjelaskan bahwa menghindari interaksi justru dapat meningkatkan rasa kesepian. Padahal, kesepian telah lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit seperti gangguan jantung, stroke, diabetes, depresi, demensia hingga kematian dini.
Meski demikian, Allan mengingatkan bahwa kualitas hubungan tetap lebih penting dibandingkan jumlah interaksi yang dilakukan.
Menurutnya, percakapan akan memberikan manfaat apabila berlangsung dalam suasana yang saling menghormati, timbal balik, dan aman secara emosional.
Baca Juga: Arus Lalu Lintas Cibadak Sukabumi Ramai Lancar Pagi Ini
Di akhir penelitiannya, Trinh mengingatkan bahwa seseorang mungkin kehilangan kesempatan membangun hubungan sosial hanya karena lebih dulu beranggapan percakapan akan terasa membosankan.
“Jika kita menghindari berbicara dengan seseorang karena menganggap percakapan itu membosankan, kita mungkin kehilangan momen kecil yang sebenarnya dapat meningkatkan suasana hati dan rasa memiliki,” ujarnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa percakapan sederhana yang sering dianggap tidak penting justru dapat menjadi langkah awal membangun hubungan sosial yang lebih kuat sekaligus menjaga kesehatan mental.

