SUKABUMI – Polemik kerusakan Stadion Surya Kencana pasca digunakan untuk kegiatan konser mendorong DPRD Kota Sukabumi melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait aturan pemanfaatan aset daerah untuk kegiatan non-olahraga.
Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto, menegaskan bahwa selama ini penggunaan stadion dinilai belum memiliki dasar kerja sama yang kuat. Ia menyebut, pengelolaan masih sebatas izin pemakaian tanpa pengaturan detail mengenai tanggung jawab penyelenggara.
“Ke depan harus dibuat PKS yang lebih detail, mencakup aspek kebersihan, keamanan, hingga tanggung jawab jika terjadi kerusakan,” ujarnya saat rapat dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Jakaria Pengusaha Amber di Kota Sukabumi Yang Tembus Pasar Internasional
Selain aspek regulasi, DPRD juga menyoroti potensi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal dari kegiatan tersebut. Bambang menilai konser sebagai kegiatan hiburan seharusnya memberikan kontribusi melalui pajak hiburan.
“Penggunaan aset itu sifatnya sewa, tapi karena ini kegiatan hiburan, harus ada pajak hiburan yang masuk ke PAD,” katanya.
DPRD menilai, penggunaan stadion untuk kegiatan di luar olahraga tetap memungkinkan selama dikelola secara profesional dan tidak melanggar aturan. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang lebih baik.
Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah kota untuk menyiapkan ruang publik yang lebih representatif guna mengakomodasi kegiatan berskala besar tanpa mengganggu fungsi fasilitas olahraga.
Baca Juga: Curug Tangga Sukaraja, Destinasi Wisata Alam Baru yang Mulai Diminati Pengunjung
Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Olahraga Disporapar, Akhmad Ginanjar, menyebut masukan dari DPRD menjadi bahan evaluasi penting ke depan.
“Masukan dari DPRD menjadi catatan penting bagi kami. Termasuk agar Komisi III bisa dilibatkan langsung dalam monitoring dan evaluasi saat acara berlangsung,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi lapangan memang perlu mendapat penanganan, bahkan sebelum digunakan untuk lokasi konser.
Meski demikian, Ginanjar memastikan stadion tidak mengalami kerusakan permanen dan masih dapat digunakan untuk kegiatan olahraga.
“Sebenarnya lapangan sudah bisa digunakan kembali, bahkan sempat direncanakan untuk friendly match. Namun, memang ada bagian yang menjadi becek, terutama di area lintasan lari karena faktor hujan dan beban muatan,” jelasnya.

