Musrenbang Tingkat Kota Sukabumi, Fahmi: Tuntaskan Seluruh Program RPJMD

Musrenbang
SAMBUTAN:Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi memberikan sambutan acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota tahun 2023 di Balaikota Sukabumi, Senin (21/03/2022). Foto:istimewa

SUKABUMIKU.id- Pemerintah Kota Sukabumi mengadakan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota tahun 2023 yang diselenggarakan di Balikota Sukabumi.

Dalam musrembang kali ini mengangat tema ‘Bersama Bekerja, Berkarya Tuntaskan Cita’ ini dihadiri WaliKota Sukabumi, Achmad Fahmi, Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman dan perwakilan unsur forkopimda. Hadir pula Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Jawa Barat Aris Budiman dan Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reni Rosydah Muthmainnah mengatakan Musrenbang merupakan salah satu syarat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023. Pada tahun 2023 merupakan tahun terakhir dalam pelaksanaan RKPD pembangunan jangka menengah Kota Sukabumi, tahun 2018-2023.

“Ada empat isu strategis yang menjadi prioritas utama saat ini, serta 6 program prioritas diantaranya pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujar Reni usai acara musrenbang tingkat Kota Sukabumi, Senin (21/03/2022).

Selama masa usulan dari tingkat kelurahan dan kecamatan, terdapat 284 usulan pembangunan yang diusulkan, serta 1.980 kegiatan perangkat daerah.

“80 persen dari total usulan pada musrenbang di wilayah, rata-rata itu usulan infrastruktur,” ujarnya.

Musrenbang
KOMPAK: Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi bersama seluruh stake holder dan komunitas berfoto bersama usai penandatangan berita acara Musrenbang tingkat kota di Bappeda Kota Sukabumi. Foto:Dokpim/pemkot

Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan penyusunan RKPD harus menjaga kesinambungan antara prioritas pembangunan, tujuan dan sasaran. Dimana beberapa program unggulan akan diselesaikan pada tahun ini, sehingga tahun 2023 tinggal melaksanakan program yang tersisa.
“Penanganan pasca pandemi seperti pemulihan ekonomi, masih menjadi prioritas program Pemerintah pada tahun depan,” katanya.

Menurut Fahmi, pada 2023 mendatang ditetapkan arah pembangunan. Di antaranya pencapaian target indikator makro, penyelesaiaan isu strategis, pemulihan ekonomi pasca pandemi, dan penuntasan program unggulan. Khusus pemulihan ekonomi pasca pandemi dilakukan karena sebelumnya daerah terdampak dengan pandemi Covid-19.

Sehingga diperlukan penanganan khusus agar kondisi ekonomi di daerah bisa pulih kembali. Di sisi lain lanjut Fahmi, ada 4 isu strategis di 2023. Pertama p

enuntasan kawasan kumuh, sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah.

Di mana pada 2022 dan 2023 diharapkan mampu menuntaskan kawasan kumuh seluas 55 hektare. Sementara terkait sanitasi lingkungan akan ditargetkan sebanyak 33 kelurahan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan dan akan dibangun instalasi pengolahan sampah dalam pengurangan produksinya.
(Eri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.