Update Terbaru, 74 Korban Gempa Cianjur Dirujuk ke Rumah Sakit Bunut

#image_title

SUKABUMIKU.id – Korban gempa Cianjur yang dirujuk ke RSUD R. Syamsudin SH terus mengalami penambahan Data terbaru pada Rabu (23/11) ada 74 orang.

Dari data itu satu diantaranya dikabarkan meninggal dunia, dan 13 orang pasien sudah melakukan proses operasi, akibat luka yang dialami cukup parah.

Identitas korban yang meninggal dunia di RSUD R. Syamsudin SH, yang terbaru Dian Zuana (4) asal Kampung Cileungsi, Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, meninggal di ruang ICU, sekitar pukul 11.03 WIB.

“Ada dua orang yang dinyatakan meninggal, dan saat ini sudah 13 orang pasien yang melakukan proses operasi. Jadi sampai operasi pun kami berikan dukungan kepada mereka,” kata Wali kota Sukabumi, Achmad Fahmi, usai kegiatan di Gedung Juang 45, Rabu (23/11/22).

Ditanya mengenai pembiayaan, Fahmi menegaskan saat ini pemerintah daerah fokus melakukan penanganan korban, sedangkan untuk yang berhubungan dengan pembiayaan belum dibicarakan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pelayanan. Pembiayaan belum kita bicarakan. Jadi yang penting kita layani, kita tolong dulu,” tegasnya.

Dari hasil perhitungan kapasitas RSUD R. Syamsudin SH menerima pasien korban gempa Cianjur, kata Fahmi, secara ideal di RSUD R. Syamsudin SH mampu menampung 55 pasien. Namun apabila sudah over load, para korban akan dirujuk ke rumah sakit swasta yang ada di Kota Sukabumi.

“Dari hasil perhitungan kami kemarin, RSUD R. Syamsudin SH hanya mampu menampung secara ideal untuk 55 pasien, karena memang hasil komunikasi dengan pihak Rumah Sakit Sayang Cianjur, pasien yang dirujuk ke Sukabumi mulai berkurang. Tadi pagi, saya juga mendapat informasi dari pak Kasetukpa, di Setukpa juga ada lima pasien yang dirawat disana,” pungkasnya. (Ky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *