Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Warga Terdampak Bencana di Simpenan Sukabumi Desak Pengiriman Alat Berat untuk Percepat Relokasi

×

Warga Terdampak Bencana di Simpenan Sukabumi Desak Pengiriman Alat Berat untuk Percepat Relokasi

Sebarkan artikel ini
Tanah hasil inisiatif warga untuk membangun hunian bagi warga terdampak bencana banjir di Kampung Babakan Cisarua RT 02/03, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Hasyim Arsyad/Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Warga terdampak bencana banjir di Kampung Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendesak pemerintah segera mengirimkan alat berat ke lokasi relokasi yang telah disiapkan. Permintaan ini disampaikan di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.

Lokasi relokasi yang dimaksud berada di Dusun Kaung Luwuk, Kampung Babakan Cisarua, yang diproyeksikan menjadi hunian baru bagi masyarakat terdampak bencana 2025.

Salah satu perwakilan warga, Irwan alias Jo, mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat berat jenis beko untuk meratakan dan memperkuat struktur tanah di kawasan tersebut. Menurutnya, tanpa penanganan lahan yang memadai, warga masih merasa khawatir untuk menempati lokasi baru.

Baca Juga: Peringati Harkitnas ke-118, Forkopimcam Jampangkulon Soroti Literasi Digital dan Perlindungan Anak SUKABUMI – Semangat kebangkitan

“Teu muluk-muluk paméntana, pokona mah hayang panghadirkeun beko améh si tanahna naneuhen. Kumaha carana, pokona mah hayang beko, titik weh (Kami tidak meminta yang muluk-muluk, intinya hanya ingin didatangkan beko agar tanahnya bisa diperkuat. Bagaimanapun caranya, kami hanya ingin beko, itu saja),” ungkap Irwan, Rabu (20/05/2026).

Ia menegaskan, warga tidak menuntut hal berlebihan, melainkan langkah konkret agar proses relokasi dapat berjalan dengan aman dan layak bagi seluruh penyintas.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Heri, yang berharap pemerintah segera menurunkan alat berat agar proses penataan lahan dapat dipercepat.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Akui Jalan Rusak Masih Jadi PR, Kondisi Jalan Mantap Baru 65 Persen

“Kami hanya ingin pemerintah menurunkan alat berat ke sini, agar lokasi untuk dibangun rumah bagi yang terdampak bencana itu cepat selesai,” ujarnya.

Menurut Heri, pengerukan dan penataan tanah menjadi tahap krusial sebelum pembangunan hunian dapat dilakukan. Warga pun mengaku telah cukup lama menunggu kepastian tempat tinggal pascabencana.

Irwan juga berharap perhatian langsung dari Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat agar aspirasi warga segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Pastikan P2RW Tetap Berjalan 2026, Isu Penghapusan Dibantah

“Izin Pak Bupati, Pak Gubernur, mangga dionotice. Hatur nuhun,” pungkasnya.

Relokasi warga Kampung Cisarua merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Namun demikian, warga menilai keberhasilan relokasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga kesiapan dan keamanan kondisi tanah untuk dihuni.