SUKABUMI — Insiden pembacokan yang melukai empat remaja di sekitar Jalan R Syamsudin SH, dekat Balai Kota Sukabumi pada malam pergantian tahun masih menyisakan tanda tanya. Meski terdapat empat orang korban yang bahkan dua diantaranya masih dirawat, polisi mengaku belum menerima laporan.
Pengakuan itu keluar langsung dari mulut Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi. Kapolres Rita beberapa kali menegaskan Ia belum menerima laporan terkait peristiwa mengerikan itu.
“Belum, belum ada laporan ke kita. Belum, belum ada laporan,” ujar Rita menjawab pertanyaan dari wartawan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat (2/1/2026).
Rita mengatakan sampai saat ini belum ada laporan yang masuk dari korban maupun keluarganya. Kendati demikian pihak kepolisian siap menindaklanjuti kasus tersebut apabila laporan resmi telah diterima.
“Pasti dong ditindaklanjuti. Kalau ada laporan, pasti kita tindak lanjuti. Nanti kita telusuri,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, euforia malam pergantian tahun di Kota Sukabumi ternodai aksi kekerasan. Empat remaja laki-laki menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal.
Baca Juga: Tragedi Berdarah di Malam Tahun Baru! Empat Remaja Dibacok Brutal di Sekitar GO Balai Kota Sukabumi
Lokasi peristiwa berada tak jauh dari pusat pemerintahan daerah, Balai Kota Sukabumi. Para korban mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Syamsudin SH atau RSUD Bunut.
Keempat korban tiba di IGD sekitar pukul 00.30 WIB dalam kondisi mengalami luka akibat senjata tajam. Humas RSUD R Syamsudin SH sekaligus Ketua Tim Penanganan Keluhan, Irfan Nugraha, membenarkan pihaknya telah menangani empat korban pembacokan dimana dua diantaranya masih dirawat.
“Betul, ada empat korban pembacokan yang datang ke IGD sekitar pukul 00.30 WIB. Dua korban mengalami luka ringan dan dua lainnya luka serius sehingga harus menjalani perawatan lanjutan,” ujar Irfan.
Baca Juga: Pakai Baju Ormas, Maling Ini Mewek Dipukuli Warga di Cicantayan Sukabumi
Irfan menjelaskan kondisi dua orang yang masih dirawat terbilang mengkhawatirkan. Salah satu korban mengalami luka serius di telapak tangan kanan dan lutut kanan, sementara satu lainnya lainnya luka parah di jari tengah tangan kiri yang nyaris putus saat tiba di IGD.
“Yang satu datang dengan kondisi jari hampir putus dan saat ini masih dirawat intensif. Soal kemungkinan amputasi, belum bisa dipastikan dan masih menunggu evaluasi dokter ortopedi,” jelas Irfan.
Dari hasil pemeriksaan medis, luka para korban kuat mengindikasikan serangan menggunakan senjata tajam. Meski demikian, jenis senjata yang digunakan pelaku belum dapat dipastikan karena tidak ada barang bukti yang tertinggal.
“Dari penuturan mereka, kronologinya hampir sama. Ada yang sedang berdiam diri dan ada juga yang hanya melintas. Pelakunya tidak dikenali, sepertinya random,” ungkap Irfan.

