IRAN – Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan menghantam sebuah sekolah putri di wilayah selatan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 40 orang meninggal dunia dan 45 lainnya mengalami luka-luka.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, menyampaikan jumlah korban tersebut dan informasinya dikutip oleh Associated Press. Media Middle East Eye melaporkan bahwa lokasi yang terkena serangan adalah Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan.
Hingga kini, otoritas setempat belum merilis identitas para korban maupun rincian waktu pasti terjadinya serangan. Aparat juga belum menjelaskan secara terbuka latar belakang pemilihan lokasi sekolah sebagai sasaran.
Baca Juga: Perluasan Rute KRL ke Sukabumi Dipercepat, Danantara Siapkan Rp50 Triliun
Wilayah Minab diketahui memiliki fasilitas militer milik Garda Revolusi Iran. Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah keberadaan pangkalan tersebut berkaitan langsung dengan insiden yang menimpa sekolah putri itu.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat dan Israel belum mengeluarkan pernyataan atau penjelasan resmi terkait operasi militer yang dilaporkan tersebut. Ketiadaan klarifikasi ini membuat situasi di lapangan masih dipenuhi tanda tanya.
Baca Juga: Di Bulan Ramadan, AS-Israel Serang Ibu Kota Iran
Dalam perkembangan terpisah, kantor berita negara Uni Emirat Arab, WAM, melaporkan bahwa serpihan dari serangan balasan rudal Iran ke ibu kota UEA menewaskan satu orang pada hari yang sama. Peristiwa ini menjadi korban jiwa pertama yang tercatat dalam rangkaian serangan balasan Iran, sementara rincian lokasi kejadian dan jumlah korban luka belum diumumkan oleh otoritas setempat.
Eskalasi terbaru ini menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, terutama setelah serangan yang menewaskan warga sipil dan dampak lintas negara mulai bermunculan.

