SUKABUMI — Aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa menyebabkan peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas tersebut, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menurunkan puluhan personel setiap hari ke titik-titik rawan kemacetan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Sukabumi, Agus Achmad mengatakan, sebanyak 24 personel Dishub diterjunkan ke lapangan untuk memantau sekaligus mengatur arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk menjelang waktu magrib.
“Setiap hari ada 24 orang yang kami turunkan ke jalan untuk memantau dan mengatur lalu lintas. Memang menjelang buka puasa terjadi peningkatan volume kendaraan,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (24/2).
Menurutnya, lonjakan arus kendaraan dipicu oleh berbagai aktivitas masyarakat selama Ramadan, seperti berburu takjil, pulang kerja, hingga kegiatan ngabuburit.
Meski demikian, Agus memastikan kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan hingga saat ini masih terpantau relatif terkendali.
“Walaupun ada peningkatan kendaraan, kondisi lalu lintas sejauh ini masih bisa dikendalikan,” ujarnya.
Dishub Kota Sukabumi juga menyebutkan, hingga saat ini belum ada penerapan rekayasa lalu lintas secara khusus. Petugas masih melakukan pemantauan situasi di lapangan dan melakukan pengaturan secara manual di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan.
“Sementara belum ada rekayasa lalu lintas. Kami masih melihat perkembangan di lapangan. Jika nanti terjadi kepadatan signifikan, kemungkinan akan dilakukan rekayasa secara situasional,” jelasnya.
Dishub pun mengimbau masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas selama Ramadan, mematuhi arahan petugas, serta tidak memarkirkan kendaraan sembarangan yang dapat memperparah kemacetan.
Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan arus lalu lintas di Kota Sukabumi menjelang waktu berbuka puasa tetap aman, lancar, dan kondusif. (*)


