SUKABUMI – Kecelakaan lalu lintas melibatkan ambulans milik Baznas Kabupaten Sukabumi terjadi di Jalan Palabuhan II, tepatnya di Kampung Pasirgabig, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Selasa siang (7/4). Insiden ini menarik perhatian warga karena kendaraan yang terlibat merupakan ambulans layanan kemanusiaan.
Peristiwa tersebut bermula ketika ambulans melaju dari arah Cikembar menuju Kota Sukabumi setelah menyelesaikan pengantaran pasien dari Jakarta. Dalam perjalanan pulang, kendaraan itu dilaporkan tidak sedang membawa pasien.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul sepeda motor. Pengemudi ambulans diduga berusaha menghindari kendaraan tersebut. Namun dari arah depan, melaju kendaraan pick up bermuatan karung sekam yang diduga sulit dikendalikan karena beban yang cukup berat.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Siapkan Pertemuan Lanjutan dan Aksi Bersih Lapak Pedagang Ikan
Tabrakan pun tidak terelakkan. Benturan keras menyebabkan bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah penumpang pick up bahkan sempat terjepit di dalam kabin akibat insiden tersebut.
Salah satu saksi mata di lokasi, Didik (50), menyebutkan bahwa proses evakuasi berlangsung dramatis. Ia mengatakan korban yang terjepit berhasil dikeluarkan berkat bantuan warga dan petugas yang sigap di lokasi. Ia menyampaikan bahwa korban sempat terjepit sebelum akhirnya berhasil dievakuasi bersama-sama oleh warga dan petugas.
Baca Juga: Operasi Senyap Polisi Berhasil Bongkar Peredaran Sabu di Cisaat Sukabumi
Akibat kejadian ini, sopir ambulans mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pengemudi serta beberapa penumpang pick up dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari sejumlah korban, dilaporkan satu orang mengalami patah tulang.
Kecelakaan ini juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Palabuhan II tersendat. Kemacetan terjadi hingga proses evakuasi kendaraan selesai dilakukan.
Meski demikian, pihak Baznas Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa layanan ambulans tetap berjalan normal. Hal ini karena armada lain masih disiagakan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

