SUKABUMI — Kunjungan 17 duta besar negara sahabat ke Kota Sukabumi pada 21 April 2026 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kemajuan sektor kesehatan daerah, khususnya di RSUD R. Syamsudin S.H.. Dalam agenda tersebut, para dubes turut menghadiri peresmian fasilitas stem cell yang diklaim menjadi salah satu layanan unggulan bertaraf internasional.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak sekadar seremoni diplomatik, tetapi juga menjadi pintu masuk kerja sama global, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Sukabumi memiliki potensi besar, termasuk dalam layanan kesehatan modern seperti stem cell,” ujarnya.
BACA JUGA : BPJS PBI Nonaktif, RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Prioritaskan Pelayanan
Dalam kunjungan ke RSUD tersebut, para duta besar diperkenalkan dengan fasilitas stem cell yang baru diresmikan. Ayep menyebut layanan ini merupakan bagian dari jaringan terbatas secara global dan menjadi simbol kemajuan layanan kesehatan di daerah.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang bagi Sukabumi untuk sejajar dengan negara maju seperti Jerman dan Jepang dalam aspek tertentu pelayanan medis.
Selain sektor kesehatan, Ayep juga menyinggung potensi kerja sama lain yang dapat dikembangkan, termasuk pendidikan dan ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan kali ini, mengingat langsung diperlihatkannya fasilitas medis unggulan kepada para tamu internasional.
BACA JUGA : Berkah Ramadan, RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Bagikan Takjil Setiap Hari untuk Penunggu Pasien
Meski demikian, di balik optimisme tersebut, muncul perhatian publik terkait transparansi anggaran kegiatan. Ayep belum merinci sumber maupun besaran biaya yang digunakan dalam agenda berskala internasional ini.
“Saya akan pertanggungjawabkan semuanya. Dampak yang didapat akan jauh lebih besar,” tegasnya.
Kunjungan para dubes ke RSUD R. Syamsudin S.H. sekaligus menjadi etalase diplomasi kesehatan Kota Sukabumi. Di satu sisi, langkah ini dinilai progresif dalam membuka akses kerja sama global, terutama dalam pengembangan teknologi medis.
Namun di sisi lain, publik menanti realisasi konkret dari berbagai peluang yang dijanjikan, mulai dari peningkatan kualitas layanan kesehatan, transfer teknologi, hingga manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan peresmian fasilitas stem cell tersebut, Sukabumi kini menempatkan diri sebagai salah satu daerah yang berani melangkah ke arah layanan kesehatan modern berbasis inovasi. Pertanyaannya, sejauh mana langkah ini mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan ke depan.

