SUKABUMI – Wajah pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi kini tampil lebih hangat dan menyentuh sisi paling dasar dari kemanusiaan. RSUD R Syamsudin SH tidak lagi sekadar menjadi tempat berobat, melainkan bertransformasi menjadi pelindung bagi mereka yang kehilangan arah.
Melalui inovasi layanan pengantaran pasien tanpa keluarga, rumah sakit ini memastikan bahwa setiap individu yang masuk ke gerbang mereka tidak akan pernah merasa sendirian, terutama saat masa perawatan berakhir dan tiba waktunya untuk kembali ke tengah masyarakat.
Layanan ini lahir dari kesadaran mendalam bahwa kesembuhan medis hanyalah separuh dari perjalanan seorang pasien. Kepala Humas RSUD R. Syamsudin SH, Rachmi Santika, menegaskan bahwa pendampingan dan rasa aman adalah hak setiap warga negara, tanpa terkecuali.
“Di RSUD R. Syamsudin SH, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Salah satunya melalui layanan pengantaran pasien tanpa keluarga ini, agar mereka tetap mendapatkan pendampingan dan perhatian yang layak,” ujar Rachmi saat memberikan keterangan pada Senin, 6 April 2026.
BACA JUGA : RSUD Syamsudin Kota Sukabumi Jadi Sorotan Dunia, Dubes Saksikan Layanan Stem Cell
Ketulusan layanan ini baru saja diuji melalui kasus seorang pria tanpa identitas yang diserahkan oleh Polsek Citamiang. Pria yang belakangan diketahui bernama Suseno tersebut awalnya ditemukan dalam kondisi emosional yang tidak stabil hingga meresahkan warga sekitar. Karena tidak memiliki selembar pun identitas, pihak rumah sakit segera mengambil langkah ekstra di luar prosedur medis standar.
Rachmi menjelaskan bahwa koordinasi cepat segera dilakukan bersama Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi untuk melakukan perekaman biometrik.
Upaya tersebut membuahkan hasil yang melegakan ketika identitas Pak Suseno akhirnya terungkap sebagai warga Desa Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Barat. Namun, tanggung jawab rumah sakit tidak berhenti pada penemuan data di atas kertas. RSUD R Syamsudin SH memilih untuk menempuh perjalanan jauh demi mengantarkan langsung Pak Suseno ke pelukan keluarganya. Menurut Rachmi, aksi ini adalah bagian dari tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar.
“Setelah data keluarga berhasil kami temukan, kami langsung mengambil langkah cepat dengan mengantarkan Pak Suseno kembali ke keluarganya. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan responsif,” tambahnya.
BACA JUGA : Berkah Ramadan, RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Bagikan Takjil Setiap Hari untuk Penunggu Pasien
Melalui sinergi lintas sektor ini, RSUD R Syamsudin SH ingin menghapus stigma bahwa pasien tanpa identitas akan terabaikan dalam sistem kesehatan yang kaku. Harapan besar disematkan agar pola pelayanan humanis ini menjadi standar baru di mana tidak ada lagi pasien yang merasa terasing di tengah perjuangannya untuk sembuh.
Sebagaimana ditegaskan oleh Rachmi di akhir penjelasannya, pihak rumah sakit ingin memastikan setiap pasien, apa pun kondisinya, tetap mendapatkan perhatian serta perlindungan yang layak hingga mereka benar-benar sampai di rumah dengan selamat.

