Berita Utama

Sejumlah Pedagang Terancam Gulung Tikar, Dampak dari Pembangunan Jalan Gudang Kota Sukabumi

×

Sejumlah Pedagang Terancam Gulung Tikar, Dampak dari Pembangunan Jalan Gudang Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Potret proyek pembangunan jalan yang berdampak terhadap akses ke sejumlah rumah toko (ruko) di Jalan Gudang, Kota Sukabumi, Jumat (24/04/2026).
Potret proyek pembangunan jalan yang berdampak terhadap akses ke sejumlah rumah toko (ruko) di Jalan Gudang, Kota Sukabumi, Jumat (24/04/2026). (Foto:Rizky Miftah/Sukabumiku.id)

SUKABUMI — Sejumlah pelaku usaha di Jalan Gudang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, menghadapi ancaman gulung tikar akibat dampak dari proyek pembangunan pemeliharaan jalan yang tengah berlangsung. Aktivitas proyek yang dikerjakan oleh CV Rangga Buana itu dinilai menghambat operasional para pedagang.

Proyek perbaikan Jalan Gudang tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.220.737.166, dengan panjang penanganan sekitar 1.250 meter dan lebar jalan sembilan meter. Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melaksanakan proyek ini sebagai upaya mempercepat perbaikan jalan yang sebelumnya rusak dan dikeluhkan masyarakat karena membahayakan pengguna jalan.

Namun di sisi lain, pelaksanaan proyek justru menimbulkan dampak signifikan bagi pelaku usaha di sepanjang jalan tersebut. Akses menuju toko tertutup pagar proyek, sehingga aktivitas jual beli terganggu bahkan terhenti.

Putri Suriah, pekerja di DK Store SMI, mengungkapkan bahwa penurunan omzet yang dialami cukup drastis sejak proyek dimulai.

“Dampaknya ada, karena kita kira nggak akan selama itu. Nggak nyangka juga bakal ketutup seperti ini. Omzet penjualan turun sampai 50 persen dan sekarang terancam gulung tikar,” ujarnya.

BACA JUGA : Rp1,2 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan Gudang Kota Sukabumi, Efisien atau Pemborosan?

Ia menambahkan, pihaknya memang menerima surat pemberitahuan terkait adanya perbaikan jalan. Namun, dalam surat tersebut tidak dijelaskan secara rinci mengenai durasi pengerjaan proyek.
“Ada surat pemberitahuan, tapi nggak dijelasin berapa lama pengerjaannya. Jadi kita nggak siap kalau ternyata selama ini dan aksesnya ditutup,” katanya.

Tak hanya DK Store, setidaknya ada empat ruko aktif lainnya yang terdampak parah hingga tidak dapat beroperasi sama sekali. Di antaranya usaha Central Paper, toko bangunan, penjahit pakaian, serta Bandros Atta dan warung nasi Padang.

Para pelaku usaha juga mengaku belum menerima kompensasi atas dampak yang ditimbulkan. Menurut informasi yang mereka terima di lapangan, pihak pelaksana hanya menyampaikan bahwa proyek akan dipercepat tanpa adanya ganti rugi.

“Waktu ke sini katanya nggak bisa kasih kompensasi, tapi pengerjaan akan dipercepat,” ungkap Putri.

BACA JUGA : Pemeliharaan Jalan di Kota Sukabumi Butuh Anggaran Fantastis

Berdasarkan informasi yang beredar, proyek perbaikan Jalan Gudang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 150 hari. Selama periode tersebut, para pedagang diperkirakan akan terus mengalami dampak penurunan pendapatan.

Sebelum proyek dimulai, berbagai jenis usaha seperti toko bangunan, butik, hingga warung makan di kawasan tersebut masih beroperasi normal. Kini, sebagian besar mengalami penurunan aktivitas, bahkan beberapa di antaranya terpaksa menutup usaha sementara.

Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap dampak ekonomi yang terjadi, termasuk menghadirkan solusi konkret agar keberlangsungan usaha tetap terjaga dan para pekerja tidak kehilangan mata pencaharian.

Hingga berita ini diterbitkan, tim Sukabumiku.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengembang terkait keluhan para pedagang tersebut. (Ky/yos)