SUKABUMI — Alokasi anggaran sebesar Rp1.220.737.166 untuk pemeliharaan Jalan Gudang, Kota Sukabumi, menuai sorotan publik. Nilai yang dinilai cukup besar itu memicu pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), meski pemerintah mengklaim proyek tersebut krusial untuk keselamatan warga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mempercepat perbaikan Jalan Gudang yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak dan membahayakan.
Proyek yang dikerjakan CV Rangga Buana ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp1.220.737.166, dengan panjang penanganan sekitar 1.250 meter dan lebar sembilan meter.
Pengamat Kebijakan Publik Rozak Daud mengatakan, nilai tersebut cukup pantastis jika hanya sekedar di pakai untuk pemeliharaan satu jalan. Mengingat, masih banyak jalan – jalan lain di Kota Sukabumi yang kondisinya lumayan cukup parah.
“Kita lebih kepada urgensi nya, saya lihat jalan disana masih cukup bagus hanya bergelombang saja. Jadi apa urgensi yang jelas karena masih banyak jalan yang rusak. Misal di Jalan Subang Jaya Ciaul yang kondisinya cukup parah bahkan kemarin sampai menelan korban,” kata dia.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa proyek tersebut bukan sekadar pemeliharaan biasa, melainkan respons atas keluhan masyarakat yang terus bermunculan, terutama di media sosial.
“Ini menjawab keluhan masyarakat. Jalan Gudang kondisinya bergelombang dan sering memicu kecelakaan, jadi harus segera diperbaiki,” ujarnya.
BACA JUGA : Pemeliharaan Jalan di Kota Sukabumi Butuh Anggaran Fantastis
Pemkot Sukabumi beralasan, kualitas konstruksi menjadi faktor utama tingginya anggaran. Jalan tersebut dibangun menggunakan beton K350 dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter, yang diklaim mampu menahan beban lalu lintas tinggi dan bertahan dalam jangka panjang.
“Ini bukan tambal sulam. Harus kuat, tahan lama, dan aman,” tegas Ayep.
BACA JUGA : APBD 2026 Sukabumi Defisit, Belanja Pegawai Dominan, Ruang Fiskal Pembangunan Menyempit
Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 60 hingga 70 hari, dengan upaya percepatan karena Jalan Gudang merupakan jalur vital yang padat kendaraan. Meski demikian, pemerintah mengakui adanya dampak kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung dan meminta masyarakat untuk bersabar.
Di sisi lain, Pemkot memastikan bahwa anggaran yang digunakan berasal dari APBD dan difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain Jalan Gudang, sejumlah proyek lain seperti perbaikan trotoar Jalan Bhayangkara, pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Puyuh, hingga penataan Gedung Aher juga masuk prioritas.
“Ke depan, kita ingin pembangunan jalan itu berkualitas, tidak cepat rusak dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

