Berita UtamaKota Sukabumi

Sepi Peminat, Pemkot Sukabumi Cari Cara Hidupkan Pasar Lembursitu

×

Sepi Peminat, Pemkot Sukabumi Cari Cara Hidupkan Pasar Lembursitu

Sebarkan artikel ini
Sejumlah ruko di Pasar Lembursitu, Kota Sukabumi nampak kosong karena sepi peminat. (Foto: Dokumentasi Sukabumiku.id/Denur)

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi masih mencari cara untuk menghidupkan kembali Pasar Lembursitu. Berbagai insentif telah diberikan kepada para pedagang namun kondisi Pasar Lembursitu masih sepi.

Data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi menunjukan, dari puluhan kios yang tersedia, baru sebagian kecil yang benar-benar beroperasi setiap hari.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengungkapkan bahwa dari total 53 kios, sebanyak 34 sudah ditandai pedagang, namun hanya empat kios yang aktif berjualan secara rutin.

Baca Juga: Lapas Sukabumi Bangun Sumur Bor untuk Masjid Arrumayah, Wujud Kepedulian di HBP ke-62 

“Dari 53 kios, ada 34 yang sudah ditandai, tapi baru empat kios yang beroperasi setiap hari,” ujarnya Een ditemui di kantornya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena adanya keraguan dari para pedagang yang masih menunggu kepastian ramainya pengunjung.

Ia menyebut situasi ini seperti dilema yang saling bergantung antara pedagang dan angkutan umum.

Baca Juga: Lapas Sukabumi Bangun Sumur Bor untuk Masjid Arrumayah, Wujud Kepedulian di HBP ke-62

“Kendalanya seperti telur dan ayam, pedagang ingin angkutan umum masuk, sementara angkutan umum menunggu fasilitas lengkap terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Sukabumi berencana mengarahkan rute angkutan umum agar melintasi area pasar sebagai langkah awal menghidupkan aktivitas.

Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung seperti penunjuk arah, kanopi, dan sarana penumpang juga akan dilengkapi secara bertahap.

Baca Juga: Jalan Lingkar Selatan Sukabumi Bergelombang, Pengendara Keluhkan Rawan Kecelakaan

“Kami akan coba arahkan angkutan umum melintas ke pasar sambil melengkapi fasilitas yang dibutuhkan,” ungkap Een.

Tak hanya itu, strategi lain yang disiapkan adalah menghadirkan pelaku usaha yang tengah viral untuk mengisi lapak, guna menarik minat masyarakat datang ke pasar.

“Pelaku usaha yang viral akan kami tempatkan agar bisa menarik pengunjung,” tambahnya.

Pemkot juga menargetkan seluruh lapak yang telah ditandai dapat mulai beroperasi pada awal Mei mendatang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Warga Jampang, Anggaran Jalan Dialihkan

Sementara itu, kebijakan penggratisan lapak masih akan diberlakukan hingga akhir Juni 2026 sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.

“Lapak gratis ini berlaku tiga bulan sampai akhir Juni, setelah itu akan kami evaluasi kembali,” pungkasnya.