SUKABUMI – General Manager Garuda Indonesia Jeddah, Nano Setiawan, memastikan kesiapan maskapai dalam melayani proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Pernyataan itu disampaikan Nano saat wawancara di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Jumat (22/5/2026).
Sebagai informasi, pemulangan jemaah haji gelombang I dijadwalkan mulai berlangsung pada 1 Juni 2026.
Baca Juga : Resep Jamu Penambah Nafsu Makan, Minuman Herbal yang Mudah Dibuat di Rumah
Nano mengatakan, proses kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi sejauh ini berjalan lancar berkat koordinasi seluruh pihak terkait. Menurut dia, kesiapan fase pemulangan juga telah dipersiapkan sejak awal.
“Kami sampaikan terima kasih karena proses kedatangan jemaah berjalan dengan baik. Ini tentu hasil koordinasi dan komunikasi yang baik dari seluruh pihak. Terkait pemulangan, kami sangat siap,” ujar Nano.
Ia menuturkan, Garuda Indonesia akan melaksanakan pemulangan jemaah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga : Resep Jamu Kunci Sirih Tradisional, Minuman Herbal untuk Menjaga Kesegaran Tubuh
Dalam fase pemulangan, Garuda memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang jumlahnya mencapai sekitar 21 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini.
“Pelayanan terhadap lansia menjadi prioritas kami. Kami memahami betul bahwa 21 persen jemaah adalah lansia, sehingga layanan mereka harus lebih ditingkatkan,” kata Nano.
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Garuda Indonesia menyiapkan dua unit layanan khusus bagi lansia, termasuk pendampingan bagasi di bandara.
Baca Juga : Resep Telur Dadar Daun Singkong, Gurih Renyah dan Bikin Makan Makin Lahap
Nano menjelaskan, petugas akan membantu proses penanganan bagasi bagi jemaah lansia agar mereka tidak perlu membawa sendiri bagasi kabin saat bergerak dari pelataran bandara menuju area imigrasi.
“Tujuannya agar lansia lebih nyaman dan tidak kelelahan selama proses di bandara,” ujarnya.
Selain pelayanan, Garuda Indonesia juga menaruh perhatian pada ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance.
Menurut Nano, ketepatan waktu berkaitan langsung dengan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keamanan penerbangan. Karena itu, ia mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan bagasi yang telah ditetapkan.
Untuk bagasi tercatat, batas maksimal berat yang diperbolehkan adalah 32 kilogram. Sementara bagasi kabin dibatasi maksimal 7 kilogram ditambah satu tas paspor.
Nano juga mengimbau jemaah agar tidak membawa barang-barang terlarang di dalam koper, seperti air zamzam di bagasi besar maupun powerbank yang tidak sesuai ketentuan.
“Kami berharap jangan sampai terjadi pembongkaran bagasi di lapangan karena adanya barang yang tidak diperbolehkan,” katanya.
Garuda Indonesia bersama para pemangku kepentingan juga telah mengatur pola keberangkatan jemaah menuju bandara guna menghindari keterlambatan.
Jemaah dijadwalkan berangkat lebih awal dari hotel agar proses di plaza dan imigrasi berjalan lebih lancar.
“Kami memberikan spare waktu satu jam lebih awal agar proses di plaza dan imigrasi bisa berjalan lebih matang. Dengan begitu jemaah tidak terlalu lama menunggu di bandara maupun di bus,” ujar Nano.
Di akhir keterangannya, Nano mengimbau seluruh jemaah menjaga kesehatan serta memastikan dokumen perjalanan tetap aman menjelang kepulangan ke Indonesia.
“Kami berharap seluruh jemaah bisa pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Dokumen perjalanan juga harus dijaga karena itu menjadi modal utama untuk kembali ke Indonesia,” tutupnya.

