SUKABUMI – Aktivitas seorang pedagang tahu dan tempe keliling di Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, mendadak terhenti setelah sepeda motor yang digunakannya terbakar saat berjualan, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Ciaripin RT 02/08, Desa Munjul. Kendaraan yang terbakar diketahui milik Andri, warga Kampung Lamping Cikolawing RT 02/08, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak.
Berdasarkan informasi di lokasi, api diduga berasal dari korsleting pada sistem kelistrikan sepeda motor. Percikan api muncul secara tiba-tiba sebelum kobaran membesar dan melalap sebagian besar badan kendaraan.
Baca Juga: Jawa Barat di Tatar Sunda: Antara Identitas Budaya, Sejarah, dan Masa Depan
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan agar api tidak semakin membesar maupun merambat ke lingkungan sekitar.
Salah seorang warga, Dedi Suprianto (45), mengatakan masyarakat bergerak cepat memadamkan api menggunakan air yang tersedia di sekitar lokasi.
“Kami bersama warga langsung memadamkan api menggunakan air seadanya. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Berkat kerja sama warga, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum membahayakan bangunan maupun kendaraan lain di sekitar lokasi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, IATMI: Hanya Efek Sementara
Meski tidak menimbulkan korban jiwa ataupun korban luka, sepeda motor milik Andri mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak dapat digunakan kembali untuk berjualan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pengguna kendaraan bermotor untuk rutin melakukan pemeriksaan, terutama pada sistem kelistrikan. Pemeriksaan berkala dinilai penting guna mengurangi risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran saat kendaraan digunakan.

