SUKABUMI – Tradisi Syukuran Bumi yang digelar masyarakat Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mulai diarahkan untuk memiliki cakupan yang lebih luas.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PPP, H. Andri Hidayana, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan kehidupan petani sekaligus menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi masyarakat.
Syukuran Bumi keempat Desa Pasirpanjang digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian. Rangkaian kegiatannya berlangsung sejak 2 hingga 19 September 2026 dan melibatkan masyarakat dari lima kedusunan serta 21 kelompok tani.
Andri mengatakan antusiasme warga sejak pagi hingga siang menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Sukabumi, Bupati Asep Japar Sambut di Cikembang
Menurutnya, kegiatan yang memadukan unsur pertanian, budaya, seni dan kebersamaan masyarakat itu berpeluang dikembangkan menjadi agenda yang lebih besar.
“Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik. Kalau kita lihat sejak pagi sampai siang, masyarakat sangat antusias. Karena konteksnya berkaitan dengan pertanian, saya kira ini kegiatan yang ke depan perlu kita kembangkan dan dibuka seluas-luasnya,” ujar Andri, Selasa (22/9/2026).
Andri mengungkapkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Dinas Pertanian serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengenai gagasan pengembangan Syukuran Bumi tersebut.
Baca Juga: Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Hotel Pastikan Bangunan Laik dan Aman
Ia berharap kegiatan itu nantinya dapat masuk dalam agenda rutin tahunan pemerintah daerah, termasuk menjadi salah satu kegiatan dalam rangka memperingati Hari Tani.
“Harapannya ke depan ini bisa menjadi ikon Kabupaten Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Tani. Kemudian menjadi agenda rutin tahunan dan masuk dalam kalender kegiatan Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Usulan tersebut juga disebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan karakter lokal Syukuran Bumi Pasirpanjang. Sebaliknya, Andri menekankan pentingnya mempertahankan Desa Pasirpanjang sebagai wilayah yang menggagas dan merintis kegiatan tersebut.
Baca Juga: Bunga Kredit Bank Masih Sulit Turun, OJK Ungkap Penyebabnya
Ia menyebut apabila cakupan kegiatan diperluas, lokasi dan bentuk pelaksanaannya dapat dibicarakan serta disepakati bersama.
“Kita tentu tidak akan melupakan siapa yang merintis dan menggagasnya. Untuk lokasi ke depan tentu bisa dibicarakan dan disepakati bersama. Tetapi Desa Pasirpanjang sebagai tempat awal kegiatan ini tentu akan tetap kita pertahankan,” ungkapnya.
Andri juga membuka kemungkinan Syukuran Bumi dikembangkan dengan melibatkan wilayah yang lebih luas, termasuk kawasan Pajampangan maupun daerah pemilihan lainnya di Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Ketua Umum YFSBBP Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Padajaya
Menurutnya, perluasan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antardaerah sekaligus memperkuat perhatian terhadap sektor pertanian.
“Lingkupnya bisa kita buka lebih luas, misalnya melibatkan Dapil VI, Pajampangan maupun dapil-dapil lainnya. Jadi ada semangat saling mendukung dari setiap wilayah untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat sektor pertanian,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaksanaan Syukuran Bumi di Pasirpanjang tahun ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah melihat kegiatan tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai pertanian, budaya dan adat setempat.
Dengan demikian, wacana menjadikan Syukuran Bumi sebagai agenda tingkat kabupaten masih berada pada tahap gagasan dan komunikasi dengan pihak terkait, sementara Desa Pasirpanjang tetap menjadi lokasi awal sekaligus bagian penting dari sejarah pelaksanaan tradisi tersebut.

