SUKABUMI – Kegiatan “Ngalongok Dulur di Lembur” yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 dimanfaatkan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sejumlah wilayah.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bersama Bupati Sukabumi Asep Japar, Forkopimda dan perangkat daerah mengikuti kegiatan tersebut pada Sabtu (19/9/2026).
Rangkaian kunjungan dimulai dari Pusbangdai di Kecamatan Cikembar dan berlanjut ke sejumlah wilayah, yakni Jampangtengah, Jampangkulon, Surade, Ciracap hingga Ujunggenteng.
Baca Juga: Tiga Hotel Masih Urus Dokumen, DPRD Kabupaten Sukabumi Tunggu hingga 31 Desember
Bagi Budi, pertemuan langsung dengan masyarakat memiliki arti penting karena pemerintah dan DPRD dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi serta kebutuhan warga secara langsung di lapangan.
Ia mengatakan hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan untuk melihat sektor pembangunan yang sudah berjalan baik maupun bagian yang masih membutuhkan perbaikan.
“Yang sudah baik kita pertahankan, yang masih kurang kita perbaiki. Kita bisa melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya,” ujar Budi saat berada di Alun-Alun Jampangtengah.
Baca Juga: Perizinan Hotel Dievaluasi, DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Optimalisasi PAD
Menurut Budi, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pertemuan langsung juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memahami kondisi warga sekaligus melihat bentuk dukungan yang diperlukan di tingkat masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Budi turut mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada petani maupun masyarakat yang membutuhkan.
Ia menilai interaksi langsung antara pemerintah dengan warga menjadi bagian penting dalam memahami persoalan yang terjadi di lapangan.
Baca Juga: Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Hotel Pastikan Bangunan Laik dan Aman
Budi juga menekankan pentingnya komunikasi antara DPRD sebagai lembaga legislatif dan pemerintah daerah sebagai eksekutif dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, hasil kunjungan lapangan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan dalam rangkaian HJKS, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebutuhan pembangunan.
“Yang paling utama adalah hikmah dari kegiatan harus bermanfaat ke depan. Mudah-mudahan antara eksekutif dan legislatif mempunyai pandangan yang sama mengenai mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan,” katanya.
Baca Juga: Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Dipanggil Timnas Indonesia, Igor Tolic Beri Dukungan
Dengan melihat langsung kondisi masyarakat di sejumlah wilayah, Budi berharap DPRD dan Pemkab Sukabumi memiliki gambaran yang lebih konkret dalam menyusun prioritas pembangunan ke depan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk melihat kembali kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi, terutama sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta kebutuhan masyarakat lainnya.

