SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Yusuf Maulana, memaknai peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai momentum untuk kembali melihat sejauh mana kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Yusuf Maulana yang merupakan anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten dan Kota Sukabumi itu menilai, kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai melalui upacara, pengibaran bendera, maupun seremoni tahunan.
Menurutnya, kemerdekaan yang hakiki harus tercermin dari kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar dan menjalani kehidupan yang layak.
“Merdeka berarti masyarakat terbebas dari kemiskinan, mendapatkan pendidikan yang layak, memperoleh pelayanan kesehatan, mendapatkan pangan yang terjangkau, memiliki sandang dan papan yang layak, serta terbebas dari segala bentuk penindasan dan ketidakadilan,” ujar Yusuf dalam momentum HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: 316 Warga Binaan Lapas Sukabumi Dapat Remisi HUT RI ke 81, Empat Orang Langsung Bebas
Ia menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data BPS yang dikutipnya, pada Maret 2025 masih terdapat 23,85 juta penduduk Indonesia yang berada dalam kemiskinan.
Menurut Yusuf, angka tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia masih harus terus dilanjutkan.
“Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia harus menjadi refleksi bersama tentang bagaimana kemerdekaan bisa semakin nyata dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada pada kelompok ekonomi paling rentan,” katanya.
Yusuf menilai berbagai program pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia menekankan perlunya memastikan kebijakan dan anggaran yang digulirkan benar-benar tepat sasaran, tepat manfaat, serta menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai anggota Komisi 4 DPRD Jawa Barat dan anggota Badan Anggaran DPRD Jawa Barat, Yusuf juga menilai dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat perlu terus diperkuat. Hal tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pangan, kebutuhan pokok, hingga akses terhadap rumah dan kehidupan yang layak.
“Subsidi dan bantuan juga harus semakin tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Bukan hanya terlihat baik dalam program, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Baca Juga: Proklamasi Bukan Sekadar Sejarah, tetapi Kompas Kehidupan Bernegara
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam aspek formal, tetapi harus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui terpenuhinya kebutuhan dasar dan terbukanya kesempatan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
“Bukan hanya merdeka di atas kertas. Bukan hanya merdeka dalam seremoni. Tetapi merdeka dalam memenuhi kebutuhan dasar, merdeka untuk hidup layak, merdeka untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan, serta merdeka untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkap Yusuf.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan dengan mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih adil, sejahtera, mandiri, dan berpihak kepada rakyat.
Yusuf berharap memasuki usia ke-81 tahun, Indonesia semakin kuat dan masyarakat semakin merasakan arti kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan.
“Semoga di usia ke-81 tahun ini, Indonesia semakin kuat dan seluruh rakyatnya semakin merasakan arti kemerdekaan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka, merdeka, merdeka!” pungkasnya.

