SUKABUMI – Pengajian rutin bulanan Manakiban yang digelar di Masjid Jami Nurul Ikhwan, Kampung Cinagen, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Selasa (28/7/2026), tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga wadah mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri Camat Jampangkulon, Dading, itu dimanfaatkan untuk menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membangun semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan wilayah.
Menurut Dading, pengajian memiliki peran strategis sebagai media memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia menilai, keharmonisan antarwarga menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Pengajian bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga Jampangkulon tetap nyaman, tenteram, dan penuh rasa saling menghargai,” ujarnya.
Dading juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan moral generasi muda. Menurutnya, lingkungan yang religius akan melahirkan masyarakat yang peduli, santun, dan memiliki semangat kebersamaan.
Semangat tersebut sejalan dengan motto “Jampangkulon Nyate Bos, Nyaman, Tentram, Bari Orangna Someah,” yang terus digaungkan sebagai identitas Kecamatan Jampangkulon dalam membangun wilayah yang harmonis dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Pengajian rutin Manakiban di Masjid Jami Nurul Ikhwan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta jamaah dari berbagai desa di Kecamatan Jampangkulon. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya budaya religius yang terus terjaga di wilayah tersebut.

