SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mulai mengambil langkah konkret terkait nasib 19 warga Jawa Barat yang sempat terlantar di Mamuju, Sulawesi Barat.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, memastikan bahwa bantuan awal sudah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga selama berada di lokasi.
“Uang untuk makan sudah kami sampaikan melalui rekan di Mamuju,” ujar Sigit dikonfirmasi sukabumiku.id , Senin (04/05/2026).
Baca Juga: RSUD Jampangkulon Ajak Seluruh Pegawai Turun Tangan, Lingkungan Bersih Jadi Prioritas
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Dinas Sosial setempat guna memastikan para warga mendapatkan dukungan sementara untuk bertahan hidup.
“Alhamdulillah sudah ada komunikasi dengan Dinas Sosial Mamuju. Langkah awalnya memberikan dukungan agar mereka bisa bertahan hidup di sana,” jelasnya.
Selain bantuan logistik, Disnakertrans juga tengah mengupayakan proses pemulangan para warga ke daerah asal. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar prosesnya bisa berjalan lancar.
Baca Juga: 427 Peserta Ramaikan MTQ Sukabumi, Bupati Tekankan Nilai Alquran
“Langkah selanjutnya, termasuk untuk pemulangan, kami sedang mengusahakan dengan banyak pihak terkait,” tambah Sigit.
Diketahui sebelumnya, 19 warga yang terdiri dari 15 orang asal Sukabumi dan 4 orang dari Bandung berangkat ke Mamuju pada 30 April 2026 untuk bekerja di sebuah proyek. Namun setibanya di lokasi, proyek yang dijanjikan belum tersedia sehingga mereka sempat terlantar di Kecamatan Simboro.
Selama berada di Mamuju, para warga sempat bergantung pada bantuan dari komunitas Paguyuban Sunda setempat serta tinggal sementara di rumah kosong milik warga.
Baca Juga: Tergiur Janji Proyek, 15 Warga Sukabumi dan 4 Warga Bandung Terlantar di Sulawesi
Pemerintah daerah kini terus berupaya memastikan kondisi mereka tetap aman sambil menunggu proses pemulangan ke Sukabumi dan daerah asal lainnya.

