SUKABUMI – Sebanyak 19 warga asal Jawa Barat, terdiri dari 15 orang Sukabumi dan 4 orang Bandung, dilaporkan terlantar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, setelah gagal mendapatkan pekerjaan proyek yang dijanjikan.
Rombongan tersebut berangkat menggunakan pesawat pada Kamis, 30 April 2026, dengan harapan bisa bekerja di proyek yang disebut-sebut tersedia di wilayah Sulawesi. Namun setibanya di lokasi, pekerjaan yang dijanjikan ternyata belum ada, sehingga mereka sempat terdampar tanpa kepastian.
Kepala rombongan, Dede Indra (44), warga Kampung Kebon Kai, RT 01 RW 11, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mengaku dirinya mendapatkan informasi pekerjaan dari seseorang yang dikenalnya selewat saat bekerja di proyek.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Gandeng 6 Kampus, Program Beasiswa Bercahaya Diperluas
“Saya dapat info dari seseorang yang kenal di proyek, bahkan sempat ketemu di bandara sebelum berangkat. Saya juga yang menanggung biaya transportasi pesawat untuk rombongan karena saya kepala rombongan. Saya terlena janji manis dan kurang teliti,” ujar Dede.
Menurutnya, sebagian besar rombongan berasal dari wilayah Nagrak, Cibadak, hingga Palabuhanratu. Semangat tinggi untuk bekerja membuat mereka nekat berangkat meski tanpa kepastian yang jelas.
“Anak-anak di sini juga semangat berangkat. Tapi pas sampai di sini ternyata proyeknya belum ada,” katanya.
Baca Juga: Indonesia dan Jepang Dijadwalkan Teken Kerja Sama Pertahanan, Menhan Jepang Tiba di Indonesia
Akibat kondisi tersebut, rombongan sempat mengalami kesulitan dan terlantar di Mamuju. Mereka bahkan sempat meminta bantuan kepada sejumlah pihak, termasuk komunitas perantau.
Beruntung, bantuan mulai berdatangan. Paguyuban Sunda di Mamuju turut membantu dengan mengirim makanan dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi juga telah turun tangan menangani kondisi mereka.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada perhatian. Dari Paguyuban Sunda juga bantu makanan dan keperluan. Sekarang juga sudah ditangani pemerintah lewat dinas ketenagakerjaan,” ungkap Dede.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Cek Harga Disini !
Saat ini, seluruh rombongan untuk sementara tinggal di sebuah rumah kosong milik warga di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Dede berharap dirinya bersama rombongan bisa segera dipulangkan ke daerah asal dalam waktu dekat.
“Insya Allah kalau tidak nanti sore atau besok pagi kami akan dipulangkan,” tutupnya.
Baca Juga: Pantauan Lalin Pagi di Simpang Cibungur, Ruas Surade–Ujunggenteng Ramai Lancar
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi membenarkan informasi itu. Ia memastikan Disnakertrans sudah menindaklanjuti laporan dan berkoordinasi dengan dinas terkait di Mamuju.
“Sudah ada komunikasi dengan Dinsos Mamuju. Langkah awal bantu dukungan untuk bertahan hidup dan langkah selanjutnya akan diupayakan dengan banyak pihak terkait,” singkat Sigit.

