SUKABUMI — Peueut Sampeu, salah satu makanan khas Sunda berbahan dasar singkong dan olahan nira kelapa, masih bertahan sebagai camilan tradisional yang digemari masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Peueut sendiri merupakan istilah dalam bahasa Sunda yang merujuk pada cairan kental manis hasil rebusan air nira (lahang) sebelum mengeras menjadi gula merah. Sementara “sampeu” berarti singkong. Perpaduan keduanya melahirkan sajian sederhana dengan cita rasa manis alami yang khas.
Proses pembuatannya pun tergolong tradisional. Singkong terlebih dahulu direbus hingga empuk, lalu dicampurkan ke dalam olahan nira yang telah dimasak hingga mengental. Dari proses tersebut, terciptalah Peueut Sampeu dengan tekstur lembut dan rasa manis legit yang menggugah selera.
Baca Juga: BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 92W, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Timur Indonesia
Adang (43), seorang penyadap nira kelapa asal Kecamatan Ciracap, mengaku kerap membuat olahan ini di sela aktivitasnya. Menurutnya, Peueut Sampeu bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.
“Biasanya dibuat dari nira yang masih segar, dimasak sampai jadi peueut, lalu dicampur dengan singkong yang sudah direbus. Rasanya manis alami, beda dengan gula biasa,” ujar Adang, kepada Sukabumiku.id, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, tidak semua orang masih membuat makanan ini, karena prosesnya membutuhkan waktu dan ketelatenan. Meski begitu, peminatnya tetap ada, terutama dari kalangan masyarakat lokal.
Baca Juga: Resmi! Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda
Hal senada diungkapkan Edoh (50), warga Ciracap. Ia mengaku sudah mengenal Peueut Sampeu sejak kecil karena sering dibuat oleh orang tuanya.
“Dari dulu sudah suka, ini makanan favorit. Sekarang kalau ingin makan, biasanya pesan ke penyadap nira yang dekat rumah,” katanya.
Menurutnya, rasa khas dan kenangan masa kecil menjadi alasan mengapa makanan ini tetap diminati hingga sekarang.

