Berita UtamaKota Sukabumi

Ngirit Jajan Gara-gara MBG! Anak SD di Sukabumi Senyum Lebar, Ketika Anggota DPR Turun Ke Lapangan

×

Ngirit Jajan Gara-gara MBG! Anak SD di Sukabumi Senyum Lebar, Ketika Anggota DPR Turun Ke Lapangan

Sebarkan artikel ini
Heri Gunawan
Anggota DPR RI Heri Gunawan saat melakukan peninjauan penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Mangkalaya 1, Kecamatan Mangkalaya, Kabupaten Sukabumi. Foto: Hasyim/Sukabumiku.id

SUKABUMI— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya mengisi perut siswa, tapi juga membawa cerita unik dari bangku sekolah dasar di Sukabumi. Salah satunya datang dari pengakuan polos seorang siswi yang kini bisa lebih hemat uang jajan berkat program tersebut.

Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, turun langsung memantau pelaksanaan program MBG sejak pagi hari, Senin (4/5/2026). Monitoring dimulai dari wilayah Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, hingga Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Didampingi jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Hergun sapaan akrabnya meninjau sejumlah sekolah penerima manfaat, mulai dari MI Raudatul Fatta, MAN 1 Kota Sukabumi, hingga SDN 1 Mangkalaya.

BACA JUGA: Tak Perlu Panik! Heri Gunawan Pastikan Stok Beras di Sukabumi Aman

Di SDN 1 Mangkalaya, suasana berubah riuh saat ratusan siswa menyambut kedatangan rombongan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Revalina Aiko (11), siswi kelas 5 yang dengan polos mengaku senang dengan program tersebut.

“Seru aja… bisa ngirit jajan,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Revalina, program MBG bukan sekadar bantuan makanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehariannya di sekolah.

Dalam kunjungannya, Heri Gunawan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, mulai dari pengadaan bahan, proses memasak, hingga distribusi ke siswa.

“Kita ingin tahu bagaimana prosesnya secara utuh, dari dapur sampai ke tangan anak-anak,” ujar Hergun

Ia mengakui bahwa pengelolaan program untuk ratusan siswa bukan hal mudah, terutama dalam menjaga kualitas makanan bagi anak usia sekolah. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, distribusi MBG dinilai berjalan cukup baik.

BACA JUGA: Dari Kampus ke Parlemen: Heri Gunawan Ajak Mahasiswa UMMI Pahami Checks and Balances

“Gizinya terpenuhi, pelayanan baik, bahkan diantar tepat waktu,” tambahnya.

Meski demikian, Hergun mencatat sejumlah evaluasi. Salah satunya terkait pola distribusi prasmanan yang memicu antrean panjang di bawah terik matahari. Ia mendorong adanya sistem yang lebih nyaman agar siswa tidak terlalu lama menunggu.

Selain itu, muncul pula usulan agar guru dan tenaga pendidik mendapatkan menu tambahan, mengingat mereka turut hadir sejak pagi dan sering kali belum sempat sarapan.

Dalam konteks wilayah yang luas seperti Sukabumi, Hergun juga menekankan pentingnya pemerataan titik dapur MBG agar distribusi tetap efektif dan merata.

Sementara itu, pihak pengelola program menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk melakukan inovasi menu agar siswa tidak merasa bosan. Program MBG diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.