SUKABUMI – Suasana hangat Sabtu pagi menyelimuti Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat Pemerintah Desa setempat resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (PORSADIN), Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah, ditandai dengan antusiasme para santri serta masyarakat yang turut hadir memeriahkan acara.
PORSADIN tingkat desa ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk menyalurkan bakat, memperdalam ilmu, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antar Madrasah Diniyah di wilayah Cijangkar.
Baca Juga: Kiprah Almarhum H. Asep Supriatna, Sang Penggerak PKB Kabupaten Sukabumi
Kepala Desa Cijangkar, Heri Suherlan, menyampaikan bahwa PORSADIN merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul secara spiritual dan sosial. Sebanyak enam Madrasah Diniyah diwajibkan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Setiap kontingen terdiri dari sekitar 9 hingga 11 santri yang datang dengan semangat tinggi. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam seni dan olahraga,” ujarnya.
Beragam cabang perlombaan digelar dalam PORSADIN tahun ini. Untuk kategori keagamaan, di antaranya Tahfidz Juz Amma, Murattal wal Imla, Musabaqah Qiraatil Kutub (Safinatun Najah), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta lomba shalawat.
Baca Juga: Importir Muda Asal Sukabumi Tembus Pasar Global, Bawa Batu Akik hingga Kayu Fosil ke Mancanegara
Selain itu, panitia juga menghadirkan lomba pidato dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab) guna melatih kemampuan dakwah para santri. Sementara di bidang seni dan olahraga, terdapat lomba kaligrafi, puisi Islami, hingga lari sprint yang menguji ketangkasan fisik peserta.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kelembutan hati dan keteguhan akidah,” tambah Heri.
Melihat tingginya partisipasi dan padatnya agenda, pelaksanaan PORSADIN dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak Sabtu dan akan berlanjut hingga Minggu (26/4/2026), dengan penutupan sekaligus pembagian trofi bagi para pemenang.
Meski demikian, bagi masyarakat Desa Cijangkar, esensi utama kegiatan ini bukan hanya pada kemenangan semata, melainkan keberhasilan dalam menumbuhkan syiar Islam dan membangun generasi yang berakhlak mulia.
Baca Jug: Riset Guru Besar IPB: Sawit tak Boros Air dan Bukan Penyebab Utama Banjir
Pemerintah Desa Cijangkar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, termasuk Ustaz Dindin selaku Kepala Sekolah Alhidayah, yang telah menyediakan tempat dan berperan aktif dalam menyukseskan PORSADIN 2026.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.

