Berita UtamaKota Sukabumi

RT/RW Dapat Jatah Rp12,45 M, Pemkot Sukabumi Naikkan Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat

×

RT/RW Dapat Jatah Rp12,45 M, Pemkot Sukabumi Naikkan Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi. (Foto: Dok Pemkot Sukabumi)

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi meningkatkan alokasi anggaran untuk insentif Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dalam Program Unggulan tahun 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan publik di tingkat paling bawah sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan.

Berdasarkan data resmi yang diperoleh redaksi sukabumiku.id, Senin (25/05/2026), anggaran insentif RT/RW pada tahun 2026 mencapai Rp12.454.800.000. Nilai tersebut mengalami kenaikan lebih dari Rp1 miliar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp11.416.900.000.

Kenaikan anggaran RT/RW tersebut menjadi bagian dari total peningkatan Program Unggulan Insentif yang naik dari Rp19.516.300.000 pada tahun 2025 menjadi Rp22.024.800.000 di tahun 2026. Tambahan anggaran lebih dari Rp2,5 miliar ini difokuskan untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat dan memperkuat jaring pengaman sosial.

Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Sukabumi Akan Panggil Forum CSR, Realisasi Program Dipertanyakan

Selain RT/RW, Pemerintah Kota Sukabumi juga meningkatkan dukungan pada layanan kesehatan masyarakat melalui operasional Posyandu. Anggaran Posyandu melonjak dari Rp2.884.000.000 menjadi Rp4.355.000.000 guna mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, alokasi anggaran untuk marbot dan guru ngaji tetap dipertahankan sebesar Rp2.685.000.000, begitu pula insentif Linmas yang berada di angka Rp2.530.000.000. Kebijakan ini menunjukkan konsistensi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan sosial, keagamaan, dan keamanan lingkungan.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menegaskan bahwa program insentif tersebut bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi para penggerak masyarakat.

Baca Juga: Panen Raya di Ciemas, Produktivitas Padi Lampaui Rata-rata Kabupaten Sukabumi

Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah kepada Ketua RT/RW, kader Posyandu, petugas Linmas, hingga marbot dan guru ngaji yang selama ini menjadi fondasi kenyamanan dan ketertiban di Kota Sukabumi.

Menurutnya, peningkatan anggaran ini diharapkan mampu berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah ingin agar peningkatan insentif berjalan seiring dengan meningkatnya kinerja para penggerak masyarakat di lapangan.

“Program ini bukan sekadar bantuan angka, melainkan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah atas dedikasi tanpa lelah dari para penggerak masyarakat,” ujar Andang.

Baca Juga: Jampang Edu Fest 2026, Semangat Ki Hajar Dewantara Menggema di Jampangkulon

Ia juga berharap peningkatan operasional dan insentif tersebut dapat berbanding lurus dengan kualitas pelayanan warga yang semakin prima.

Pemerintah Kota Sukabumi memastikan penyaluran anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera.

Selain Program Unggulan Insentif, sejumlah program lainnya tetap dijalankan, seperti Home Care, Ambulans Gratis, Puskesmas Gratis, Menata Kebaikan Tech, dan Ngopy. Program-program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Honor Penyebaran SPPT PBB- P2 RW di Sukabumi Cair Akhir Mei, BPKPD Pastikan Anggaran Aman

Namun demikian, adanya pemangkasan anggaran daerah berdampak pada penyesuaian beberapa program. Program P2RW yang sebelumnya tetap dilaksanakan pada 2025 dengan anggaran Rp8,9 miliar, untuk sementara ditunda pada tahun 2026. Penundaan ini dilakukan sambil menunggu tambahan dana transfer dari pemerintah pusat dan direncanakan akan kembali dilaksanakan pada perubahan anggaran.

Andang menegaskan, implementasi program unggulan akan terus dilakukan secara bertahap selama masa jabatan berjalan. Pemerintah memastikan bahwa program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.