SUKABUMI – Hasil Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Sukabumi yang diselenggarakan di Lido Resort Kabupaten Bogor masih belum menghasilkan ketua DPC PPP yang baru. Dikarenakan dalam Muscab, ada dua nama kuat Muchendra dan petahana Ima Slamet yang bersaing memperebutkan posisi kursi orang nomor satu di partai berlambang Ka’bah tersebut.
Berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab), Muchendra yang menjabat Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PPP mengantongi 2 suara dan Petahana Ima Slamet hanya 1 suara. Sementara untuk mekanisme penentuan ketua DPC itu ditentukan oleh lima suara formatur yang terdiri dari perwakilan DPP, DPW, DPC, dan dua suara dari PAC (Kecamatan).
“Kemarin saya mendapatkan dua suara dari perwakilan PAC (Kecamatan) atau akar rumput, sementara Ibu (Ima Slamet) mendapatkan satu suara dari DPC. Kini tinggal menunggu arah suara dari DPP dan DPW,” ujar Muchendra saat memberikan keterangan.
Sinyal Dukungan Pusat dan Provinsi
Muchendra optimis suara dari tingkat pusat (DPP) dan wilayah (DPW) akan berlabuh kepadanya. Ia memberikan catatan historis mengenai loyalitas politiknya selama ini. Saat pemilihan Ketua Umum PPP, Muchendra mengaku berada di barisan pendukung Mardiono yang kini menjabat sebagai Ketum. Begitu pula di tingkat Jawa Barat, ia mendukung kepemimpinan yang saat ini menjabat.
“Sudah jelas alur suaranya nanti dari DPW dan DPP ke mana. Ditambah lagi, ada aturan internal bahwa untuk maju di periode ketiga harus mendapatkan persetujuan khusus dari DPP. Apakah mungkin restu itu diberikan? Kita lihat nanti ,” tambahnya.
Visi Perubahan: Target 6 Kursi dan Rangkul Gen Z
Membawa semangat pembaruan, Muchendra menargetkan transformasi struktural di tubuh PPP Kota Sukabumi. Ia mematok target ambisius untuk merebut 6 kursi legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.
Strategi yang akan diusung adalah melakukan regenerasi dengan melibatkan banyak talenta muda dari kalangan Gen Z ke dalam kepengurusan partai. Namun, ia menegaskan tetap akan menjaga marwah partai dengan merangkul para ulama dan tokoh birokrat.
“Kami mau perubahan struktural dan visi. Nanti pengurusan akan banyak diisi Gen Z, tapi kami juga tetap merangkul ulama serta birokrat yang akan memasuki masa pensiun. Kami optimis PPP di Kota Sukabumi bisa bangkit,” tegas Muchendra.
Persaingan antara Muchendra yang membawa misi perubahan dan Ima Slamet sebagai petahana akan menjadi penentu arah kebijakan politik PPP di Kota Sukabumi dalam lima tahun ke depan.

