Berita UtamaKabupaten Sukabumi

25 Bangunan Terdampak Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi, Tenda Pengungsi Dipasang

×

25 Bangunan Terdampak Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi, Tenda Pengungsi Dipasang

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan setelah wilayah tersebut diguyur hujan hampir sepekan terakhir.

Kondisi ini menyebabkan kerusakan bangunan meluas dan memaksa sebagian warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Hasil pemantauan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Bantargadung mencatat sedikitnya 25 bangunan terdampak di lingkungan RT 005 RW 007.

Baca Juga: Media Iran Sebut Serangan AS dan Israel Tewaskan 40 Anak Sekolah

Kerusakan bervariasi, mulai dari retakan ringan pada dinding hingga kerusakan struktur yang dinilai membahayakan keselamatan penghuni.

Petugas P2BK Bantargadung, Sihabudin, menjelaskan bahwa pergerakan tanah dipicu oleh kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berkepanjangan.

Ia mengatakan, bencana tersebut terjadi karena hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama sehingga membuat tanah menjadi labil.

Menurutnya, retakan pada lantai dan dinding rumah warga terus bertambah dan masih dipantau secara berkala oleh petugas di lapangan.

Baca Juga: Perluasan Rute KRL ke Sukabumi Dipercepat, Danantara Siapkan Rp50 Triliun

Dari total bangunan terdampak, lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, di antaranya milik Diding S, Linda Farida, Muhamad Buhori, dan Ade Elly Saputra.

Selain rumah warga, satu bangunan pondok pesantren milik Muhamad Abdul Muizzul Falah yang dihuni sekitar 20 orang juga mengalami kerusakan serius sehingga berisiko bagi keselamatan penghuni.

Sihabudin menuturkan bahwa kerusakan berat tersebut membuat empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara terdekat demi menghindari risiko bangunan roboh.

Baca Juga: Di Bulan Ramadan, AS-Israel Serang Ibu Kota Iran

Sementara itu, penghuni pondok pesantren masih berada dalam pengawasan ketat petugas karena kondisi bangunan dinilai rawan.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kabupaten Sukabumi memasang enam unit tenda keluarga di lokasi terdampak. Selain itu, empat unit tenda cadangan disiagakan di kantor desa untuk mengantisipasi jika jumlah pengungsi bertambah.

Petugas lapangan yang terlibat dalam pemasangan tenda di antaranya Beki Supriatna, Rengga Manggala, Saepuloh, dan Sihabudin.

Baca Juga: Mobil Box Pengangkut Es Krim Terguling di Jalan Tenjojaya Cibadak, Diduga Hindari Jalan Berlubang

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau menyewa kontrakan sementara. Namun bagi warga yang tidak memiliki alternatif tempat tinggal, tenda darurat menjadi tempat berlindung sambil menunggu situasi dinyatakan aman.

Petugas gabungan dari P2BK, perangkat desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat terus melakukan pemantauan di lokasi rawan untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda alam yang muncul di sekitar rumah mereka.

Sihabudin mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan jiwa. Ia meminta warga segera keluar rumah dan melapor kepada aparat setempat apabila retakan semakin melebar atau terdengar suara pergerakan tanah. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.

Saat ini, warga dan petugas masih menunggu kajian teknis lanjutan dari pihak berwenang untuk memastikan tingkat kerawanan lahan serta menentukan langkah penanganan berikutnya agar risiko korban dapat diminimalkan.