SUKABUMI — Sebuah pohon katapang tumbang di Jalan Parigi RT 5/RW 1, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (5/3/2026) siang. Kejadian tersebut sempat mengganggu sebagian akses jalan sebelum akhirnya ditangani oleh petugas.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi yang menerima laporan dari warga segera mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan pohon yang tumbang memiliki diameter sekitar 12 sentimeter dengan tinggi kurang lebih 15 meter. Area yang terdampak akibat kejadian tersebut diperkirakan seluas 3 x 3 meter.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi PBB, Kades Neglasari Lengkong: Ini Kriminalisasi!
“Penanganan pohon tumbang di Jalan Parigi Kelurahan Nyomplong langsung dilakukan oleh tim di lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat,” kata Yoseph kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Dalam proses evakuasi, BPBD menurunkan sembilan personel untuk membersihkan batang pohon yang menutup sebagian area jalan.
Menurut Yoseph, penanganan dilakukan dengan cepat agar akses jalan kembali normal dan tidak membahayakan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei yang Dibunuh Israel dan Amerika Adalah Cucu ke-38 Nabi Muhammad
“Penanganan dilakukan secara cepat guna memastikan akses jalan kembali normal dan tidak membahayakan warga sekitar,” ujarnya.
Penanganan pohon tumbang tersebut juga melibatkan sejumlah unsur lain, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi melalui tim Sigalak Tajam serta pihak Kelurahan Nyomplong.
Yoseph menyebut kerja sama lintas instansi itu membuat proses pembersihan pohon dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga kondisi di lokasi kembali aman.
Baca Juga: Ini Daftar Terbaru 15 Orang Terkaya di Indonesia Maret 2026
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk seperti hujan disertai angin kencang yang belakangan sering terjadi di wilayah Kota Sukabumi.
“Kami minta masyarakat dapat segera melaporkan apabila terjadi kejadian serupa agar segera ditangani,” pungkasnya.

