SUKABUMI – Keterbatasan fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya terlihat di SDN Kaum Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, di mana siswa harus menjalani proses belajar dalam kondisi serba terbatas akibat kerusakan bangunan sekolah.
Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut tidak lagi difungsikan karena dinilai membahayakan. Kerusakan pada bagian atap, plafon, hingga lantai yang tidak layak pakai membuat pihak sekolah mengambil langkah darurat demi keselamatan siswa.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, pihak sekolah menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan. Kelas 1 belajar bersama kelas 2, sementara kelas 3 digabung dengan kelas 4.
Baca Juga: Astagfirullah! Seorang Kakek Hamili Gadis Belasan Tahun di Kebonpedes Sukabumi
Salah seorang guru, Bento Sugandi, menyampaikan bahwa keterbatasan ruang memaksa pihak sekolah mengambil kebijakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggabungan kelas dilakukan karena tidak adanya ruang yang aman untuk digunakan secara terpisah.
“Kondisi sekolah memang kekurangan ruangan, sehingga kelas 1 dan 2 digabung, begitu juga kelas 3 dan 4,” ujarnya.
Situasi ini berdampak pada proses pembelajaran yang dinilai kurang efektif. Dalam satu ruangan, dua kelompok siswa harus mengikuti pelajaran secara bersamaan dengan pembatas seadanya, seperti papan tulis atau lemari.
Baca Juga: Sidak ke Samsat Cibadak, Bupati Sukabumi Apresiasi Kebijakan Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik lama
Guru lainnya, Kamaludin, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan memang sudah cukup mengkhawatirkan. Ia bahkan menyebut beberapa bagian atap hampir roboh sehingga tidak memungkinkan digunakan.
“Atapnya sudah hampir roboh, jadi siswa kami pindahkan ke ruangan lain demi keamanan,” katanya.
Dengan jumlah siswa mencapai 57 orang dari kelas 1 hingga kelas 6, pengaturan ruang belajar menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik. Mereka harus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meski dalam kondisi yang tidak ideal.
Baca Juga: Tragedi Longsor di Sukalarang: Korban Diduga Meninggal Akibat Kekurangan Oksigen
Keluhan terkait kondisi sekolah ini juga datang dari siswa dan masyarakat sekitar. Mereka berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk segera memperbaiki fasilitas yang rusak.
Pihak sekolah pun berharap dinas terkait dapat segera turun tangan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

