SUKABUMI — Dari ruang kerja Bappeda Kota Sukabumi, aktivitas tampak sibuk sejak pagi. Sejumlah staf terlihat memeriksa berkas dan layar komputer, menelusuri satu per satu data inovasi yang diklaim mencapai ribuan. Pemerintah Kota Sukabumi kini tengah berpacu dengan waktu, merapikan dan memverifikasi 1.326 inovasi yang telah dihimpun dari berbagai lini pemerintahan.
Di sela proses itu, Kepala Bappeda Mohammad Hasan Asari menjelaskan bahwa inovasi tersebut bukan hanya berasal dari organisasi perangkat daerah, tetapi juga menjangkau hingga tingkat kecamatan dan layanan publik seperti puskesmas serta sekolah. “Semua masih kami cek ulang kelengkapannya. Jumlahnya sudah hampir 1.326 inovasi,” ujarnya saat ditemui, Jumat (24/4/2026).
Pantauan di lapangan, proses yang berjalan saat ini belum sampai tahap akhir. Tim masih fokus memastikan setiap inovasi memenuhi syarat administratif sebelum didaftarkan ke sistem milik Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Jadwal input resmi sendiri baru akan dimulai pada Juli mendatang, mengikuti pembukaan sistem pendataan nasional.
Menurut Hasan, tidak semua inovasi otomatis lolos. Dari total yang ada, pihaknya menargetkan sekitar 70 hingga 80 persen bisa memenuhi kriteria. “Kalau sesuai target, lebih dari 900 inovasi bisa terverifikasi,” katanya. Ia menambahkan, sebagian inovasi merupakan penyempurnaan program lama, sementara sisanya benar-benar baru dan sudah dijalankan di lapangan.
Di sisi lain, peluang masih terbuka bagi inovasi yang belum lolos tahun ini. Bappeda memastikan setiap program memiliki waktu hingga dua tahun untuk diajukan kembali, memberi ruang evaluasi dan perbaikan.
Ambisi besar pun tampak jelas. Pemerintah Kota Sukabumi ingin mempertahankan status sebagai daerah terinovatif di tingkat nasional—predikat yang sebelumnya berhasil diraih. Namun, jalan menuju target itu tidak mudah. Pemerintah pusat dijadwalkan akan melakukan verifikasi lapangan, mengecek langsung apakah inovasi yang dilaporkan benar-benar diterapkan.
“Hasil pengecekan di lapangan nanti yang menentukan. Apakah inovasi itu berjalan atau hanya sebatas laporan,” tegas Hasan.
Dengan proses yang masih berlangsung dan tenggat waktu yang kian dekat, Pemkot Sukabumi kini berada di fase krusial. Ribuan inovasi sudah di tangan, tetapi pembuktiannya akan ditentukan saat verifikasi nanti—apakah benar berdampak, atau sekadar angka dalam database.

