SUKABUMI — Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur rawan Tanjakan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (18/04/2026). Sebuah dump truk bermuatan pasir menghantam bangunan ruko setelah sopir melakukan manuver mendadak untuk menghindari tabrakan.
Truk jenis Isuzu Giga bernomor polisi F 9106 QA tersebut melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Saat memasuki tanjakan, sopir dihadapkan pada situasi berbahaya ketika sebuah kendaraan dari arah berlawanan nekat menyalip.
Sopir truk, Hendi, mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menghindar demi keselamatan.
Baca Juga: KDM Soroti Truk Overload, Apreasiasi Aksi Warga Perbaiki Jalan Provinsi di Nyalindung Sukabumi
Ia menjelaskan bahwa dirinya membanting setir ke arah kiri untuk menghindari benturan langsung dengan kendaraan jenis wingbox yang muncul secara tiba-tiba di jalurnya.
“Saya menghindar karena ingin menyelamatkan diri dan kendaraan. Ada mobil wingbox yang menyalip dari arah berlawanan di depan saya,” ungkap Hendi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Namun, keputusan tersebut berujung pada hilangnya kendali kendaraan. Beban pasir yang mencapai sekitar 31 ton membuat sistem pengereman tidak mampu bekerja optimal dalam kondisi darurat.
Hendi menuturkan, rem sempat tidak mampu menahan laju kendaraan saat ia mencoba menghentikan truk.
Baca Juga: Polemik Lahan Dapur MBG di Pamuruyan Sukabumi: Kisah Seorang Ibu Mengaku Tertipu Rp2 Miliar
“Rem tidak tertahan karena beban berat, akhirnya truk bablas dan menabrak ruko yang ada di pinggir jalan,” katanya.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian depan truk mengalami kerusakan cukup parah, sementara bangunan ruko yang ditabrak tampak hancur di bagian depannya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hendi yang mengemudi seorang diri dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Meski demikian, proses evakuasi kendaraan mengalami kendala. Bobot muatan yang berat membuat upaya penarikan menggunakan derek biasa tidak berhasil.
Baca Juga: Dua Alat Bukti Saja Tidak Cukup: Mengapa Substansi Lebih Penting dari Prosedur
“Sudah sempat dicoba ditarik, tapi tidak kuat karena bebannya terlalu berat,” ujar Hendi.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat dari dua arah. Petugas terpaksa melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurai kepadatan, terutama di jalur tanjakan yang dikenal rawan kecelakaan.

