Kabupaten SukabumiPendidikan

Jelang UKK, 38 Siswa SMK TTB Bantargadung Ikut Ujian di Sekolah Lain

×

Jelang UKK, 38 Siswa SMK TTB Bantargadung Ikut Ujian di Sekolah Lain

Sebarkan artikel ini
Kepala SMK Dwiwarna, A.H. Berlianto. (Foto: Fajar Sidik/Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Polemik internal yang terjadi di SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) di Bantargadung, Sukabumi, berdampak langsung pada keberlangsungan pendidikan siswa. Menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK), puluhan siswa memilih pindah sekolah demi memastikan hak akademik mereka tetap terpenuhi.

Sebagian besar siswa tersebut kini melanjutkan pendidikan di SMK Dwiwarna di Kecamatan Warungkiara. Perpindahan berlangsung dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa hari sebelum ujian dimulai.

Kepala SMK Dwiwarna, A.H. Berlianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima puluhan siswa dari SMK TTB, terutama dari tingkat akhir.

Baca Juga: Jalan Rusak dan Debu Proyek Tol Bocimi Dikeluhkan, Pemdes Karangtengah Sepakati Aturan Truk Tanah

“Untuk kelas 12 ada 38 siswa. Sedangkan kelas 10 dan 11, sampai 29 April tercatat 11 siswa, dan sisanya masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi dengan pihak dinas melalui KCD Wilayah 5 dilakukan secara cepat agar siswa tetap bisa mengikuti UKK sebagai syarat kelulusan.

“Kami dihubungi menjelang UKK agar siswa kelas 12 bisa mengikuti ujian di sini. Karena ini menyangkut kelulusan, kami langsung bergerak cepat,” katanya.

Baca Juga: Gol Kilat Bikin PSIM Kaget, Persib Makin Dekat ke Juara

Meski menghadapi keterbatasan waktu, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal. Bahkan, ada siswa yang hanya sempat mengikuti sebagian ujian.

“Sebagian siswa hanya sempat ikut satu hari ujian, tapi tetap kami fasilitasi agar hak mereka tidak hilang,” jelasnya.

Berlianto menegaskan, seluruh siswa pindahan telah dimasukkan ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) guna memastikan legalitas administrasi akademik mereka.

Baca Juga: Gagal Salip Truk, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Sukalarang

“Kalau tidak masuk Dapodik, nanti akan bermasalah dengan ijazah. Jadi kami pastikan semua sesuai prosedur,” tegasnya.

Di tengah situasi tersebut, isu pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK TTB juga menjadi sorotan. Sekolah itu disebut menerima dana sebesar Rp136 juta pada Februari 2026, namun kondisi di lapangan dinilai tidak mencerminkan penggunaan anggaran tersebut.

Meski demikian, fokus utama saat ini diarahkan pada penyelamatan masa depan siswa agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan.

SMK Dwiwarna juga memastikan bahwa seluruh siswa, baik internal maupun pindahan, mendapatkan perlakuan yang sama, termasuk dalam proses pembelajaran hingga kelulusan.

Baca Juga: Dari Siang Sampai Gelap, Prabowo ‘Kuliti’ Transaksi Keuangan Negara

“Tidak ada perlakuan khusus, semua kami perlakukan sama sebagai peserta didik,” tambahnya.

Selain memastikan kelulusan, sekolah juga mulai membuka peluang kerja bagi para lulusan melalui kerja sama dengan dunia usaha.

“Bulan ini kami bekerja sama dengan Indomaret agar lulusan bisa langsung terserap kerja,” pungkasnya.