SUKABUMI – Masa depan Sukabumi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jalan, gedung, maupun konektivitas wilayah. Kepastian hukum atas tanah, kualitas birokrasi, penyelesaian persoalan sosial hingga kesiapan generasi muda dinilai menjadi bagian penting yang tidak boleh luput dari perhatian.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Heri Gunawan saat menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Politikus yang dikenal dengan sapaan Hergun itu mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan fondasi yang kuat. Salah satunya adalah kepastian hukum di bidang pertanahan.
Menurut dia, persoalan tanah bukan sekadar menyangkut kepemilikan aset. Ketidakjelasan status tanah juga dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat dan menghambat pemanfaatan lahan untuk kepentingan pembangunan.
Karena itu, ia mendorong agar agenda reforma agraria terus diperkuat. Optimalisasi Bank Tanah juga dinilai perlu diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kepastian hukum pertanahan harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan rasa aman masyarakat dan keberlanjutan ekonomi di daerah,” kata Hergun.
Persoalan pertanahan sendiri menjadi salah satu bidang yang berkaitan dengan tugas Hergun sebagai anggota Komisi II DPR RI.
Namun, menurut Hergun, pembenahan Sukabumi tidak berhenti pada sektor agraria.
Hergun juga menyoroti bagaimana pemerintah mengelola anggaran dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berpandangan, birokrasi harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintahan yang berjalan dengan data terintegrasi dinilai dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus mengurangi persoalan administrasi.
Penguatan Satu Data Indonesia dan integrasi administrasi kependudukan menjadi bagian yang ia soroti.
Menurutnya, data yang akurat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Birokrasi harus transparan, berbasis data dan orientasinya memberikan pelayanan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan gagasan mengenai pengelolaan fiskal daerah. Menurut Hergun, pemerintah daerah membutuhkan ruang anggaran yang cukup agar pembangunan dan pelayanan dasar dapat berjalan lebih optimal.
Di luar persoalan regulasi dan pemerintahan, Hergun menilai masalah sosial masyarakat juga membutuhkan perhatian nyata.
Kemiskinan, kebutuhan masyarakat serta dukungan terhadap lembaga sosial dan keagamaan disebutnya sebagai persoalan yang harus ditangani secara bersama-sama.
Ia menilai wakil rakyat maupun pemerintah harus mampu menjadi jembatan ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan pendampingan.
“Pengabdian harus menyentuh masyarakat secara langsung. Persoalan yang muncul harus dicarikan jalan keluar,” katanya.
Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan dan kehidupan sosial yang harmonis juga memiliki peran dalam menjaga stabilitas masyarakat Sukabumi.
Pada momentum HUT TNI yang diperingati setiap 5 Oktober, Hergun turut menyoroti peran prajurit dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengapresiasi keterlibatan TNI dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk membantu penanganan bencana dan kegiatan sosial.
Bagi Hergun, semangat pengabdian tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Nilai kedisiplinan, tanggung jawab dan kecintaan terhadap bangsa dinilai relevan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, Hergun menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi salah satu faktor penentu masa depan Sukabumi.
Ia meminta generasi muda tidak hanya mengandalkan peluang yang tersedia, tetapi juga aktif meningkatkan kemampuan dan menciptakan peluang baru.
Menurutnya, anak muda Sukabumi memiliki potensi untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Anak-anak muda harus mempersiapkan diri, meningkatkan kemampuan dan berani mengambil peran sebagai penggerak pembangunan,” tegasnya.
Hergun melihat penguatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas SDM sebagai sejumlah aspek yang dapat menentukan perkembangan Sukabumi ke depan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau wakil rakyat, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Hergun berharap Sukabumi dapat terus berkembang tanpa meninggalkan kepentingan masyarakat dan tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman.

