Kota SukabumiSosok

Peringatan Hari Kartini 2026, Istri Heri Gunawan Soroti Peran Strategis Perempuan Sukabumi

×

Peringatan Hari Kartini 2026, Istri Heri Gunawan Soroti Peran Strategis Perempuan Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Heri Gunawan

SUKABUMI— Momentum peringatan Hari Kartini 2026 menjadi ajang refleksi bagi kaum hawa di Sukabumi. Sosok Kartini Gunawan, istri dari Anggota DPR RI Heri Gunawan, memberikan pesan mendalam mengenai peran sentral perempuan sebagai tiang negara dan madrasah pertama bagi generasi bangsa.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Niniek ini menegaskan bahwa emansipasi di era modern bukan sekadar menuntut kesamaan hak, melainkan pembuktian kualitas diri melalui kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat.

Bagi Bunda Niniek, kualitas seorang perempuan akan menentukan masa depan suatu daerah, khususnya di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia melihat potensi besar pada ibu-ibu dan remaja putri di Sukabumi yang perlu terus diasah.

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Jika perempuannya cerdas dan berakhlak mulia, maka masa depan bangsa, khususnya Sukabumi, akan cerah,” ujar Bunda Nieniek kepada awak media, Selasa (21/4/2026).

3 Pesan Utama Bunda Nieniek di Hari Kartini

Dalam memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini, Bunda Niniek merangkum tiga poin penting yang harus menjadi pegangan perempuan masa kini:

  • Kemandirian Ekonomi: Mendorong keterlibatan aktif dalam sektor UMKM dan ekonomi kreatif untuk menopang kesejahteraan keluarga.
  • Cerdas Literasi Digital: Mengajak perempuan bijak memilah informasi agar terhindar dari hoaks dan mampu mendidik anak dengan tepat di era teknologi.
  • Menjaga Marwah: Tetap mempertahankan kesantunan dan kehormatan keluarga sebagai identitas sejati perempuan Indonesia.

Menyuarakan Aspirasi Perempuan Sukabumi

Sebagai pendamping setia Heri Gunawan, legislator yang dikenal dengan jargon “Dari Rakyat, Untuk Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat”, Bunda Nieniek konsisten bergerak di jalur sosial. Ia kerap turun langsung ke pelosok Sukabumi untuk menyerap aspirasi kaum perempuan yang selama ini mungkin belum terdengar.

“Saya selalu sampaikan kepada Bapak (Heri Gunawan), bahwa suara perempuan Sukabumi harus didengar. Kita ingin perempuan terlibat aktif dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Menutup pesannya, ia mengajak seluruh kaum hawa untuk menjaga solidaritas dan menjadi pelopor kebaikan. “Habis gelap terbitlah terang. Mari kita sinari setiap rumah dengan kasih sayang dan semangat juang yang tak pernah padam,” pungkasnya.