Reny Rosyida Dilantik Ketua IAKMI Kota Sukabumi, Wali Kota: Energi Positif Peningkatan Pelayanan Kesehatan

PELANTIKAN: Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri pelantikan pengurus Cabang Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Sukabumi 2022-2025 di Hotel Fresh Sukabumi, Sabtu (5/11/2022). Foto:Dokpimpemkot

SUKABUMIKU.id— Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mendorong peran Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Sukabumi dalam bidang peningkatan kualitas kesehatan masyarakat khususnya dalam menjemput Indonesia emas 2045.

” Momen ini jadi energi positif dalam organisasi agar senantiasa mempersatukan, khususnya dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat menghadiri Seminar Kesehatan Masyarakat dan pelantikan pengurus Cabang Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Sukabumi 2022-2025 di Hotel Fresh Sukabumi, Sabtu (5/11/2022).

Dikatakan Fahmi IAKMI terlibat dan bertanggungjawab menjemput Indonesia emas dan sejumlah tahapan sudah dilalui.

BACA JUGA: JDIHN Kota Sukabumi Terbaik ke II

” Dalam pelantikan IAKMI berharap kontribusi positif dalam rangka menjemput Indonesia emas 2045 mendatang,”katanya.

Fahmi mengatakan, ada tujuh tantangan kesehatan Indonesia. Pertama bagaimana meningkatkan kesehatan masyarakat karena ada kalimat kesehatan bukan segalanya tapi tanpa kesehatan segalanya tak ada artinya. Peran penting IAKMI edukasi masyarakat bahwa kesehatan penting. Kalau hanya pemerintah saja tidak akan sanggup.

Kedua terkait tersedianya kesehatan primer dan IAKMI punya peran mendorong tersedianya kesehatan primer. Ketiga peningkatan mutu layanan di rumah sakit, sehingga warga berobat di layanan kesehatan dalam negeri.

Ke empat penanggulangan pandemi pasca pandemi, bagaimana keamanan kesehatan di masa mendatang. Dengan melibatkan seluruh potensi organisasi profesi terlibat dalam hal ini.

Ke lima advokasi dan koordinasi, kesehatan bukan hanya manusia tapi kesehatan lingkungan dan hewan disatupadukan jadi tanggungjawab bersama karena saling terkait. Sebab penanganan kesehatan sifatnya kolaboratif.

Ke enam mencapai SDGs kehidupan sehat dan sejahtera di 2030. Terakhir mampu berperan dalam kancah dunia dalam kesehatan.

” Saya Berharap bagaimana adaptif dengan perkembangan yang luar biasa cepatnya, mereka yang bertahan karena adaftasi dengan lingkungan sekitarnya,” ungkap Fahmi.

Selain itu responsif dan solutif terhadap masalah yang ada serta edukasi dan sosialisasi kepada warga.

Sementara itu, Ketua IAKMI Kota Sukabumi Reny Rosyida Muthmainnah mengatakan, pihaknya menargetkan akan lebih baik dalam melaksanakan tugas ke depan.

” Dalam momen ini juga ada seminar kesehatan dalam peningkatan kapasitas anggota,” katanya. (Ky/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *