Geger, Mayat di Atas Pohon Kelapa di Tegalbuleud Sukabumi

Polsek Tegalbulued, Polres Sukabumi
Warga bersama petugas Polsek Tegalbulued, Polres Sukabumi, saat mengevakuasi jasad NN (53) yang ditemukan tewas di atas pohon kelapa.

SUKABUMIKU.id – Sesosok mayat laki-laki ditemukan di atas pohon kelapa bikin geger warga Kampung Pasir Pacet, RT 07/RW 09, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbulued , Kabupaten Sukabumi,  pada Selasa (31/01) pagi.

Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Aah Saepul Rohman kepada media mengatakan, korban yang diketahui berinisial NN (53) itu, pertama kali diketahui oleh istri korban bernama Tati (50) saat berangkat dari rumahnya menuju saung atau gubuk tempat pengolahan kelapa untuk aktifitas seperti biasanya.

“Sesampainya di saung, istri korban merasa heran. Karena melihat kondisi lampu masih menyala, begitu pun gula masih ada. Sedangkan biasanya, ketika tidak ada di saung, korban selalu pulang ke rumah,” kata Aah kepada Radar Sukabumi pada Selasa (31/01).

BACA JUGA : 3 Fakta Kejanggalan Kematian Perempuan di Sungai Cipelang Sukabumi

Karena khawatir kepada suaminya, akhirnya istri korban langsung mencari keberadaan NN di sekitaran kebun kelapa. Saat itu, istri korban telah menemukan topi yang biasa gunakan korban. Namun, saat melihat ke atas pohon kelapa, Tati dibuat kaget karena melihat suaminya dalam kondisi telungkup ke bagian pelapah kelapa.

“Melihat kejadian tersebut, sontak Tati pun berteriak meminta tolong, sehingga terdengar oleh warga yang langsung berdatangan ke tempat kejadian,” ujarnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, sejumlah anggota dari Polsek Tegalbulued, Polres Sukabumi langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan mengevakuasi jasad korban. “Korban ditemukan diatas pohon kelapa dengan ketinggian diperkirakan sekitar 15 meter,” paparnya.

BACA JUGA : Polisi Selidiki Penemuan Mayat Perempuan Telanjang di Sungai Cipelang

Berdasarkan pengakuan dari istri korban kepada petugas Kepolisian, bahwa korban setiap harinya tinggal dan menginap di saung pengolahan kelapa dan sudah berjalan lama. “Istrinya ini, terakhir bertemu korban di rumahnya. Yaitu, pada Senin 30 Januari 2023,” bebernya.

Semasa hidupnya, korban sering mengeluhkan kepada istrinya terkait rasa saksit di bagian dada. Namun belum pernah melakukan pengecekan kesehatan kepada tim medis. “Sewaktu kita evaluasi, di bagian tubuh korban tidak ditemukan bekas luka apapun akibat benda senjata tajam,” imbuhnya.

Sementara hasil pemeriksaan dari saksi lainnya, masih kata Aah, bahwa pekerjaan sehari-hari korban semasa hidupnya adalah sebagai petani gula kelapa. Untuk memastikan kematian korban, pihak kepolisian sempat menawarkan autopsi kepada jasad korban.

Namun, pihak keluarga menolaknya dengan alasan, bahwa kejadian tersebut sebagai musibah. “Yang jelas keluarga korban menolak untuk dilakukan pemeriksaan autopsi. Sekarang jasad korban sudah ada di rumah keluarganya untuk dilakukan pemulasaran,” pungkasnya. (*)