SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) mulai mematangkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal pada 2026.
Sejumlah program pelatihan telah disiapkan guna mendorong pelaku UMKM agar lebih kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan pasar.
Program tersebut akan didukung melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan khusus untuk pengembangan sektor koperasi dan industri kecil menengah (IKM).
BACA JUGA : Diskumindag Sukabumi Intensifkan Pengawasan SPBU, Pastikan Takaran BBM Sesuai Standar
Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan bahwa fokus pelatihan tahun ini terbagi dalam dua sektor utama. Pada sektor koperasi, peserta akan dibekali keterampilan seperti memasak, baking, pemasaran digital, hingga kerajinan rajut. Sementara itu, sektor industri akan diarahkan pada pengembangan keterampilan anyaman serta desain batik.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha, baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” ujarnya.
Menurut Een, total anggaran DBHCHT yang diterima Diskumindag pada tahun 2026 mencapai Rp446 juta lebih. Seluruh dana tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pelaksanaan pelatihan bagi pelaku UMKM di Kota Sukabumi.
BACA JUGA : Diskumindag Kota Sukabumi Berikan Pelatihan Literasi Keuangan Kepada Puluhan UMKM
Ia menegaskan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Meski persiapan telah dilakukan, pelaksanaan kegiatan masih menunggu proses pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Diskumindag memperkirakan pelatihan akan mulai berjalan pada pertengahan tahun, sekitar Juli hingga Agustus 2026.
“Kami pastikan seluruh kegiatan akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, pelaku UMKM yang bejualan teh Poci di Kecamatan Cikole Hendi (30) menyambut baik dengan rencana itu, dia menyebut langkah yang dilakukan Diskumindag bisa memberikan dampak positif kepada pelaku UMKM.
“Tentunya jika ini terealisasi sangat berguna, karena pedagang awam seperti kami masih perlu banyak pelatihan dan ilmu agar usaha kami tidak monoton, dan bisa berdaya saing kedepanya,” pungkasnya. (Rob/Ky)

