Penurunan Stunting Kota Sukabumi Jadi Percontohan se- Indonesia

STUNTING SUKABUMI
PERCONTOHAN STUNTING: Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami saat memberikan sambutan dalam acara Coaching Audit Kasus Stunting 3 BKKBN Republik Indonesia, Tahun 2022” pada Selasa, (13/9/2022) di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi. Foto:istimewa

SUKABUMIKU.id— Pemerintah Kota Sukabumi berhasil menurunkan kasus stunting.Penurunan kasus stunting di Kota Sukabumi merupakan upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan Kota Sukabumi Religius, Nyaman, dan Sejahtera.

” Permasalahan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional. Pemerintah telah menargetkan dalam RPJMN 2020-2024 menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang,” ujar Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami dalam acara Coaching Audit Kasus Stunting 3 BKKBN Republik Indonesia, Tahun 2022” pada Selasa, (13/9/2022) di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi.

Wakil Walikota Sukabumi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membawa Kota Sukabumi menjadi salah satu kota yang telah melaksanakan audit kasus stunting dan tercepat di Jawa Barat.

” Kota Sukabumi telah menyelesaikan seluruh tahapan dari mulai persiapan, seleksi data, identifikasi data, pemeriksaan ulang di lapangan, mengisi lembar AKS, pelaksanaan kajian/audit, rekomendasi dari tim pakar, penyusunan RTL, diseminasi AKS dan pelaporan,” katanya.

Wakil Walikota Sukabumi juga mengapresiasi kepada Tim Teknis DP2KBP3A (OPD KB), PLKB, Dinas Kesehatan beserta para tenaga kesehatan di wilayah, Tim Pendamping Keluarga, dan para Tim Pakar yang telah menyukseskan percepatan penurunan stunting.

” Atas alasan tersebut, penurunan kasus stunting di Kota Sukabumi dijadikan percontohan dan best practice untuk kota dan kabupaten lainnya di Indonesia,” jelasnya.

Andri mengimbau agar semua pihak tetap konsen dalam menurunkan kasus stunting melalui perumusan solusi yang tepat terhadap permasalahan dari tingkat kota sampai kelurahan.

“ Kita sepenuhnya menyadari, percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi merupakan kolaborasi antar perangkat daerah, lintas sektor, dan masyarakat. Oleh karena itu, intervensi tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, juga dilaksanakan oleh sektor-sektor lainnya,” katanya.

Penurunan kasus stunting serupa dengan penurunan kasus-kasus kesehatan lainnya, selain memerlukan kolaborasi semua pihak, juga dapat dilakukan melalui modifikasi lingkungan, seperti pembangunan sanitasi yang baik, penyediaan air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi. (Ky/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.