Berita SukabumiJawa BaratNasional

Menjelang Muktamar NU, Ridwan Subagya Tekankan Independensi dan Etika Organisasi

×

Menjelang Muktamar NU, Ridwan Subagya Tekankan Independensi dan Etika Organisasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Barat, H. Ridwan Subagya.
Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Barat, H. Ridwan Subagya. (Foto: Istimewa/Dok H. Ridwan Subagya)

SUKABUMI – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dinamika internal organisasi menjadi perhatian sejumlah tokoh. Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Barat, H. Ridwan Subagya, menyampaikan refleksi sekaligus harapan agar momentum muktamar dapat menjadi ajang pembenahan organisasi secara menyeluruh.

Ridwan menilai kegaduhan yang terjadi di internal NU belakangan ini harus dijadikan pelajaran penting bagi seluruh elemen organisasi. Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak kembali terulang pada agenda besar lima tahunan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut nyaris membuat warga NU kehilangan arah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menata ulang niat seluruh peserta muktamar, khususnya para calon ketua umum.

Baca Juga: Tak Percaya Janji Pemerintah, Warga Pajampangan Ambil Alih Pengawasan Truk ODOL

“Ibarat dari gaduh NU akhir-akhir ini yang nyaris membuat warga NU limbung tanpa arah dan berbaur dengan amarah, itu harus jadi pelajaran agar tidak terulang di Muktamar ke-35. Pada saat yang sama, muktamar harus melahirkan kepemimpinan PBNU yang amanah, khidmah, dan membawa berkah,” ujar Ridwan saat ditemui sukabumiku.id, Minggu (26/04/2026).

Menurutnya, Muktamar NU ke-35 tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi momentum strategis untuk memperbaiki arah dan kualitas kepemimpinan.

Ridwan juga mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi ulama yang dibangun dari perjuangan panjang para pendahulu. Karena itu, praktik-praktik yang berorientasi pada kepentingan kekuasaan dinilai tidak sejalan dengan nilai dasar organisasi.

Baca Juga: Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Peluang Kerja Lulusan Daerah Diperluas

Ia menekankan pentingnya menjaga sikap organisasi terhadap pemerintah secara proporsional. Dukungan, kata dia, harus diberikan pada kebijakan yang benar, namun kritik tetap perlu disampaikan secara santun ketika terdapat kekeliruan.

“Marwah NU itu tidak lahir dari sikap menghujat, apalagi menjilat,” tegasnya.

Selain itu, Ridwan menyoroti adanya kecenderungan tarik-menarik kepentingan politik yang berpotensi mengganggu independensi NU. Ia menilai hal tersebut perlu segera dibenahi agar organisasi tetap fokus pada peran utamanya dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Baca Juga: Cek Kesehatan Massal di TPA Situmekar, Dinkes Pastikan Warga Mayoritas Sehat

Ia berharap Muktamar ke-35 mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen terhadap pengabdian.

“Harapannya, muktamar ini bisa melahirkan kepemimpinan yang amanah, khidmah, dan membawa keberkahan bagi warga NU serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Pelaksanaan Muktamar NU ke-35 sendiri direncanakan akan digelar pada Agustus 2026sebagai forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kebijakan serta memilih kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode berikutnya.